LABUAN BAJO – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Bali secara resmi membentuk Kerja Sama Regional Bali–NTB–NTT (KR-BNN) sebagai langkah strategis memperkuat kolaborasi lintas wilayah di kawasan timur Indonesia.

Pembentukan KR-BNN ditandai dengan penandatanganan kerja sama tiga gubernur, yakni Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Gubernur Bali I Wayan Koster, dan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, yang berlangsung di Kawasan ITDC Golo Mori, Labuan Bajo, Rabu (28/1/2026).

Kerja sama ini merupakan tindak lanjut MoU tiga provinsi yang sebelumnya ditandatangani di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, pada Selasa (25/11/2025), dan menjadi tonggak baru integrasi ekonomi kawasan Bali–Nusra.

KR-BNN Dorong Akselerasi Ekonomi Kawasan Timur

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan, KR-BNN dibentuk untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi kawasan kepulauan melalui pendekatan kolaboratif dan saling melengkapi.

“Kerja sama ini bukan sekadar seremonial, tetapi langkah nyata membangun ekosistem ekonomi kawasan Bali–NTB–NTT. Kita ingin memastikan konektivitas, investasi, dan kesejahteraan masyarakat tumbuh secara merata,” ujar Melki Laka Lena.

Ia menambahkan, NTT siap menjadi mitra strategis dalam penguatan sektor pangan, energi baru terbarukan, dan pariwisata berkelanjutan.

Perkuat Daya Saing Global

Gubernur Bali I Wayan Koster menekankan pentingnya kerja sama regional untuk meningkatkan daya saing kawasan di tingkat nasional maupun global.

“Bali tidak bisa berdiri sendiri. Dengan NTB dan NTT, kita membangun kekuatan bersama, dari pariwisata, perdagangan, hingga energi bersih. Inilah kolaborasi kawasan yang saling menguntungkan,” kata Wayan Koster.

Menurutnya, integrasi destinasi wisata antarprovinsi akan memperpanjang lama tinggal wisatawan dan meningkatkan nilai ekonomi bagi masyarakat lokal.

Perkuat Konektivitas dan Rantai Pasok

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyebut KR-BNN sebagai jawaban atas kebutuhan penguatan konektivitas dan rantai pasok antarwilayah kepulauan.

“Kerja sama ini akan memudahkan arus barang, jasa, dan manusia. NTB siap menjadi simpul penghubung antara Bali dan NTT, khususnya dalam sektor logistik, pariwisata, dan perdagangan,” ungkapnya.

Lima Fokus Utama KR-BNN

Kerja Sama Regional Bali–NTB–NTT dirancang dengan lima sektor strategis utama, yakni: Peningkatan konektivitas antarwilayah (udara, laut, dan darat); Pengembangan pariwisata terpadu; Percepatan energi baru dan terbarukan (EBT); Perdagangan serta ekspor-impor, meliputi pertanian, perikanan, dan peternakan serta bidang strategis lain yang mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan

Melalui KR-BNN, pemerintah daerah menargetkan peningkatan serapan komoditas lokal, penguatan rantai pasok antarprovinsi, peningkatan daya saing UMKM, pembukaan lapangan kerja baru, serta peningkatan kualitas produk pertanian, peternakan, dan perikanan.

Penandatanganan MoU Strategis

Kegiatan ini turut dihadiri jajaran bupati dan wali kota, pimpinan DPRD, sekretaris daerah, serta kepala OPD dari tiga provinsi. Kehadiran para kepala daerah menunjukkan kuatnya komitmen sinergi pembangunan kawasan Sunda Kecil.

Momentum ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan MoU Penyelenggaraan PON XXII Tahun 2028 serta Penandatanganan Komitmen Harmoni Kehidupan Bersama Bali–NTT, sebagai simbol penguatan persatuan dan kolaborasi antar-wilayah.

 

Editor : Chellz