RUTENG – Dinamika pemilihan Ketua Pengurus Pusat (PP) PMKRI dalam Kongres dan Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) PMKRI di Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), diwarnai isu dugaan keterlibatan sejumlah tokoh alumni.

Gubernur NTT Melki Laka Lena dan Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, Anggota DPD RI, Agelo Wake Kaki, dan Ketua Pemuda Katolik Stefanus Asat Gusma sebut-sebut memberikan dukungan kepada Delfis salah satu kandidat Ketua PP PMKRI yang berasal dari Ambon.

Dugaan tersebut mencuat dalam pertemuan alumni PMKRI yang berlangsung di Aula Karya Murni, Ruteng, Senin (20/7/2026) malam, di sela rangkaian Kongres dan MPA PMKRI yang berlangsung pada 19–24 Juli 2026. Pertemuan tersebut diinisiasi oleh Forkoma NTT sebagai ruang konsolidasi untuk mempererat hubungan alumni lintas cabang di Nusa Tenggara Timur.

Dalam forum itu, Melki Laka Lena yang juga merupakan mantan Sekretaris Jenderal PP PMKRI secara terbuka menyampaikan dukungannya kepada kandidat asal Ambon, Delfis.

“Mereka bertiga (Angelo, Juventus dan Gusma) menghendaki anak Ambon, nama Delfis itu terpilih sebagai ketua PP Kali ini,” kata Melki Laka Lena di hadapan para alumni.

Pernyataan tersebut direspons dengan senyum oleh Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, anggota DPD RI Angelo Wake Kako, serta mantan Ketua Pemuda Katolik, Stefanus Asat Gusma. Namun, suasana berbeda terlihat dari sebagian alumni lainnya yang hadir.

Ketua Forum Komunikasi Alumni (Forkoma) PMKRI Manggarai, Alosius Salaman, tampak menunjukkan raut wajah geram. Seusai pertemuan, ia memilih meninggalkan lokasi lebih awal tanpa memberikan komentar kepada awak media.

Sejumlah alumni yang hadir juga mengaku kecewa karena setelah Gubernur Melki Laka Lena menyampaikan pandangannya, forum tidak membuka ruang dialog ataupun sesi tanggapan. Kondisi tersebut dinilai membuat peserta tidak memiliki kesempatan untuk menyampaikan pandangan maupun klarifikasi atas pernyataan yang telah disampaikan.

Sementara itu, Anggota DPD RI Angelo Wake Kako saat dikonfirmasi mengaku terkejut namanya disebut oleh Melki Laka Lena sebagai pihak yang mendukung Delfis. Menurut Angelo, penyebutan nama dirinya bersama Juventus dan Gusma dilakukan tanpa adanya pembicaraan sebelumnya.

“Bang Melki ini maksudnya gimana tiba-tiba omong sebut Delfis, jual Bang Gusma, saya dengan Juventus lagi. Bang Melki bicara apa adanya saja kelihatan,” kata Angelo Wake Kako.

Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan, selain Melki Laka Lena, Bupati Sikka dan Ketua Pemuda Katolik juga dikabarkan menghendaki agar Delfis, kandidat asal Ambon, terpilih dalam forum MPA PMKRI di Ruteng. Juventus dan Gusma diketahui telah berada di Ruteng sejak beberapa hari sebelum agenda pemilihan berlangsung.

Sejumlah peserta kongres menilai dukungan terbuka yang disampaikan tokoh-tokoh alumni yang kini menjabat sebagai pejabat publik berpotensi memengaruhi independensi cabang-cabang peserta kongres dalam menentukan pilihan politik organisasi.

Menurut mereka, proses pemilihan Ketua PP PMKRI seharusnya menjadi ruang demokrasi yang sepenuhnya ditentukan oleh kader peserta kongres tanpa tekanan maupun pengaruh dari pihak di luar forum pengambilan keputusan.

Di sisi lain, terdapat pula pandangan bahwa alumni memiliki hak menyampaikan pendapat mengenai arah organisasi. Namun, sejumlah kader mengingatkan agar keterlibatan alumni tidak berkembang menjadi bentuk intervensi yang dapat memengaruhi kebebasan peserta kongres dalam menggunakan hak pilihnya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan maupun klarifikasi dari Gubernur NTT Melki Laka Lena, Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, maupun Ketua Pemuda Katolik Gusma terkait dinamika tersebut.

Panitia Kongres dan MPA PMKRI juga belum memberikan keterangan resmi mengenai isu tersebut. Media ini masih berupaya memperoleh konfirmasi dari seluruh pihak.

 

Editor : Chellz