LABUAN BAJO – Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) bersama pelaku industri dan asosiasi pariwisata memperkuat koordinasi untuk memastikan pemulihan sektor pariwisata di Labuan Bajo dan wilayah Floratama pascagempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Flores.
Penguatan kolaborasi tersebut dibahas dalam Bincang Kepariwisataan yang digelar BPOLBF bersama pelaku usaha dan asosiasi pariwisata di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Rabu (26/8/2026).
Forum yang berlangsung di Carpenter Cafe and Roastery, Labuan Bajo, itu menjadi ruang untuk mendapatkan gambaran terkini mengenai kondisi destinasi, aksesibilitas, fasilitas pendukung, hingga aktivitas usaha pariwisata setelah gempa.
Plt. Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung, mengatakan forum tersebut penting untuk melihat secara langsung perkembangan sektor pariwisata sekaligus mengidentifikasi berbagai persoalan dan kebutuhan pelaku industri di lapangan.
“Forum ini kami selenggarakan sebagai ruang untuk melihat secara langsung perkembangan kondisi kepariwisataan pascagempa, termasuk berbagai isu, perhatian, dan tren yang berkembang di lapangan,” kata Andhy.
Menurut dia, pemulihan pariwisata harus dilakukan secara bertahap dengan memastikan aspek keselamatan menjadi prioritas. Karena itu, BPOLBF menerapkan prinsip safe before open dan ready before promote.
Prinsip tersebut berarti destinasi yang terdampak gempa tidak langsung dibuka atau kembali dipromosikan sebelum dilakukan verifikasi terhadap kondisi dan kesiapan di lapangan.
BPOLBF kemudian melakukan pemetaan terhadap kondisi destinasi, mulai dari lokasi yang mengalami kerusakan ringan hingga berat, destinasi yang masih ditutup sementara, hingga destinasi yang telah dinyatakan aman dan dapat kembali menerima wisatawan.
“Melalui forum ini, kami juga mengidentifikasi langkah-langkah konkret yang perlu dilakukan secara bersama-sama untuk memastikan aktivitas pariwisata dapat berjalan secara aman dan bertahap,” ujarnya.
Informasi destinasi harus terverifikasi
Andhy mengatakan hasil pemantauan dan pemetaan kondisi destinasi menjadi dasar bagi BPOLBF dalam menyampaikan informasi kepada publik.
Destinasi yang telah melalui proses verifikasi dan dinyatakan siap menerima wisatawan akan diinformasikan melalui kanal komunikasi serta siaran pers resmi.
Langkah tersebut dilakukan agar wisatawan, pelaku usaha, dan masyarakat mendapatkan informasi yang akurat mengenai kondisi destinasi pascagempa.
Sementara itu, perwakilan Hotel AYANA Komodo Waecicu Beach, Budi, mengatakan operasional hotel pascagempa hingga kini berjalan normal.
Menurut dia, kondisi bangunan dan fasilitas hotel secara keseluruhan masih dapat berfungsi dengan baik. Tingkat okupansi juga berada dalam kondisi normal dan menunjukkan tren peningkatan.
Kondisi tersebut, kata dia, menunjukkan minat wisatawan untuk berkunjung ke Labuan Bajo masih terjaga meskipun wilayah Flores sebelumnya diguncang gempa kuat.
Budi juga mengapresiasi Kementerian Pariwisata yang secara rutin menyampaikan informasi mengenai perkembangan kondisi dan keamanan aktivitas wisata di Labuan Bajo melalui berbagai kanal media sosial.
Informasi tersebut dinilai membantu memberikan kepastian kepada wisatawan sekaligus menjaga kepercayaan terhadap Labuan Bajo sebagai destinasi wisata.
Siapkan pernyataan kesiapan pariwisata
Dalam forum tersebut juga dibahas penerbitan Statement Letter mengenai kondisi dan kesiapan pariwisata Labuan Bajo pascagempa untuk menerima kunjungan wisatawan.
Pernyataan tersebut akan melibatkan otoritas terkait kepariwisataan di Manggarai Barat, termasuk Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melalui Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan serta BPOLBF.
Kesiapan pariwisata akan didasarkan pada proses verifikasi dan asesmen terhadap kesiapan operasional pelaku industri, termasuk destinasi wisata dan hotel yang terdampak gempa Flores bermagnitudo 7,7.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kembali kepercayaan wisatawan sekaligus memastikan pemulihan aktivitas pariwisata dilakukan dengan mengutamakan keselamatan.
Forum Bincang Kepariwisataan BPOLBF tersebut dihadiri sejumlah pelaku industri perhotelan, antara lain AYANA Komodo Waecicu Beach, Meruorah Komodo Labuan Bajo, The Jayakarta Suite Komodo Flores, dan Crowne Plaza Labuan Bajo.
Perwakilan asosiasi pariwisata di Labuan Bajo, yakni DOCK dan IHSA, turut hadir dalam forum tersebut.
Kolaborasi antara pemerintah, otoritas pariwisata, asosiasi, dan pelaku industri dinilai menjadi bagian penting dalam memastikan pemulihan sektor pariwisata Labuan Bajo berlangsung secara bertahap, aman, dan berkelanjutan.**


Tinggalkan Balasan