LABUAN BAJO — Keselamatan masyarakat dan wisatawan menjadi prioritas dalam proses pemulihan sektor pariwisata di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores.
Plt. Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) Andhy M.T. Marpaung mengatakan, kunjungan Menteri Pariwisata ke Labuan Bajo menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh ekosistem pariwisata dalam mempercepat pemulihan.
Menurut Andhy, pemulihan aktivitas pariwisata tidak hanya berorientasi pada kembali bergeraknya industri, tetapi harus disertai dengan kepastian keamanan dan kesiapan destinasi.
“Kehadiran Ibu Menteri Pariwisata di Labuan Bajo memberikan penguatan bagi seluruh ekosistem pariwisata bahwa pemulihan pascagempa merupakan perhatian dan tanggung jawab bersama,” ujar Andhy.
Ia menegaskan, BPOLBF akan terus mendukung langkah pemerintah dalam mengembalikan aktivitas pariwisata secara bertahap. Proses tersebut dilakukan dengan memperhatikan keselamatan, kesiapan destinasi, penguatan mitigasi risiko, serta keberlanjutan ekonomi masyarakat.
BPOLBF juga terus berkoordinasi dan melakukan pemantauan bersama pemerintah daerah, pengelola destinasi, pelaku usaha pariwisata, asosiasi, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi destinasi dan aktivitas pariwisata di kawasan Labuan Bajo Flores tetap terpantau, sekaligus memastikan informasi yang diterima masyarakat dan wisatawan akurat serta terkini.
“Pemulihan dilakukan secara bertahap dengan menempatkan keselamatan masyarakat dan wisatawan sebagai prioritas,” tegasnya.
Andhy mengatakan, informasi terkait kondisi destinasi, aksesibilitas, akomodasi, transportasi, hingga aktivitas wisata menjadi bagian penting dalam pemulihan sektor pariwisata pascagempa.
Ketersediaan informasi yang akurat dinilai penting agar wisatawan dapat mengambil keputusan perjalanan dengan mempertimbangkan kondisi terkini di lapangan.
BPOLBF mengimbau para pelaku pariwisata dan wisatawan untuk tetap mengutamakan keselamatan, mengikuti arahan otoritas terkait, serta memantau informasi terbaru dari sumber resmi sebelum dan selama melakukan aktivitas wisata.
Pemerintah berharap kolaborasi seluruh pihak dalam proses pemulihan pascagempa tidak sekadar mengembalikan aktivitas pariwisata seperti sebelum bencana.
Pemulihan juga diharapkan menjadi momentum untuk membangun ekosistem pariwisata Labuan Bajo Flores yang lebih tangguh, aman, adaptif terhadap risiko bencana, dan tetap mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. **


Tinggalkan Balasan