LABUAN BAJO — Panitia Turnamen PSSI Cup 2 2026 Manggarai Barat menyampaikan sikap resmi terkait insiden pemukulan wasit yang terjadi selama pelaksanaan turnamen. Panitia mendorong agar insiden tersebut diproses melalui mekanisme hukum, sekaligus meminta adanya sanksi organisasi terhadap pihak-pihak yang terlibat.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Harian Turnamen PSSI Cup 2 2026, Edison Rizal, dalam konferensi pers di Stadion Ora Flobamorata, Labuan Bajo, Sabtu (5/9/2026).

Selain menyampaikan sikap terkait insiden tersebut, panitia juga memutuskan pertandingan semifinal PSSI Cup 2 2026 diundur. Pertandingan yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat akan digelar pada Senin (7/9/2026).

Penundaan pertandingan dilakukan sebagai bagian dari langkah panitia melakukan evaluasi dan memperkuat aspek keamanan serta pengawasan setelah insiden yang terjadi dalam turnamen.

Edison mengatakan panitia menghormati proses hukum dan menyerahkan penanganan aspek pidana kepada pihak kepolisian sesuai dengan kewenangannya.

“Panitia mendorong agar insiden ini diproses sesuai dengan mekanisme hukum yang berlaku. Kami menghormati proses hukum dan menyerahkan penanganan aspek pidana kepada pihak kepolisian,” ujar Edison.

Panitia juga meminta kepada Askab PSSI Manggarai Barat memberikan sanksi administratif yang setimpal kepada pihak yang terlibat, sesuai dengan kewenangan dan ketentuan organisasi sepak bola.

Tidak hanya terhadap individu, panitia meminta Askab PSSI Manggarai Barat memberikan tindakan atau sanksi yang sesuai terhadap Komodo United sebagai klub yang menaungi pihak yang diduga melakukan tindakan pidana tersebut.

Namun, Edison menegaskan, sanksi terhadap klub harus didasarkan pada hasil pemeriksaan dan ketentuan organisasi yang berlaku.

“Kami meminta kepada Askab untuk memberikan tindakan atau sanksi yang sesuai terhadap Komodo United sebagai klub yang menaungi pihak yang diduga melakukan tindakan pidana tersebut, apabila berdasarkan pemeriksaan dan ketentuan organisasi memang terdapat dasar untuk menjatuhkan sanksi,” katanya.

Menurut Edison, sanksi organisasi diperlukan sebagai bentuk penegakan disiplin sekaligus menjaga marwah dan integritas kompetisi. Ia menegaskan bahwa sepak bola harus menjadi ruang yang menjunjung tinggi sportivitas dan fair play.

Dalam konferensi pers tersebut, panitia juga menyampaikan permohonan maaf kepada korban dan keluarga korban, organisasi perwasitan, seluruh peserta PSSI Cup, penonton, masyarakat, serta publik pencinta sepak bola atas insiden yang telah mencederai nilai sportivitas.

“Panitia menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada korban, kepada keluarga korban, organisasi perwasitan, seluruh peserta PSSI Cup, para penonton, masyarakat, serta seluruh publik pencinta sepak bola atas kejadian yang telah mencederai nilai sportivitas dalam kompetisi ini,” ujar Edison.

Panitia berharap insiden tersebut menjadi pembelajaran bagi seluruh pihak. Menurut Edison, kalah dan menang merupakan bagian dari olahraga, tetapi kekerasan tidak dapat dibenarkan dalam kompetisi sepak bola.

“Kalah atau menang dalam sebuah pertandingan adalah bagian dari olahraga, tetapi kekerasan tidak pernah menjadi bagian dari sportivitas,” tegasnya.

Dengan penundaan semifinal hingga Senin (7/9/2026), panitia berkomitmen menggunakan waktu tersebut untuk melakukan evaluasi dan memperkuat sistem keamanan pertandingan.

Panitia juga mengajak seluruh tim, pemain, perangkat pertandingan, suporter, dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga PSSI Cup 2 2026 tetap menjadi kompetisi yang menjunjung tinggi sportivitas, fair play, keamanan, serta penghormatan terhadap perangkat pertandingan.