LABUAN BAJO— Penguatan sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci utama dalam mendorong pariwisata berkualitas di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan Manggarai Barat, Stefan Jemsifory merespon kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Dasar Pramuwisata yang digelar Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Pramuwisata Indonesia (DPC HPI) Kabupaten Manggarai Barat.

Stefan Jemsifory menegaskan kemajuan pariwisata Manggarai Barat terutama Labuan Bajo tidak hanya bergantung pada keindahan destinasi, tetapi juga kualitas SDM yang terlibat di dalamnya.

“Pariwisata Labuan Bajo harus ditopang oleh SDM yang profesional, berkompeten, dan mampu memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan,” ujarnya.

Menurutnya, pramuwisata memiliki peran strategis sebagai ujung tombak dalam memperkenalkan destinasi, budaya, dan kearifan lokal kepada wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

“Pramuwisata adalah garda terdepan dalam industri pariwisata. Mereka bukan hanya pemandu perjalanan, tetapi juga duta yang memperkenalkan budaya, alam, dan nilai-nilai lokal kepada wisatawan,” ujar Jemsifory.

Jemsifory menegaskan dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan setiap tahun, keberadaan pramuwisata yang terlatih diharapkan mampu menghadirkan pengalaman wisata yang aman, informatif, dan berkesan bagi setiap pengunjung yang datang ke Labuan Bajo.

Sebelumnya, DPC HPI Manggarai Barat menggelar Diklat Dasar Pramuwisata 2026 bagi calon pemandu wisata yang berlangsung selama tiga hari, mulai 16 hingga 18 Maret 2026. Sebanyak 224 calon anggota pramuwisata mengikuti pelatihan ini yang diselenggarakan berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) sebagai acuan profesional di bidang kepariwisataan

Ketua DPC HPI Manggarai Barat, Aloysius Suhartim Karya, menegaskan pelatihan ini menjadi langkah penting dalam menyiapkan SDM unggul yang mampu menjadi wajah pariwisata Labuan Bajo di mata dunia.

Dalam pelatihan ini, peserta mendapatkan berbagai materi dasar profesi pramuwisata, mulai dari pengetahuan destinasi, teknik guiding, komunikasi lintas budaya, pelayanan wisatawan, hingga etika profesi dan pemahaman tentang pariwisata berkelanjutan.

Aloysius menambahkan bahwa peningkatan kualitas SDM menjadi syarat mutlak agar pariwisata Labuan Bajo mampu berkembang secara berkelanjutan di tengah persaingan global.

“Destinasi yang indah saja tidak cukup. Pariwisata yang berkualitas harus didukung oleh sumber daya manusia yang profesional. Karena itu Diklat Dasar ini menjadi fondasi penting bagi para calon pramuwisata,” katanya.

Melalui kegiatan ini, DPC HPI Manggarai Barat berharap para peserta dapat menjadi pramuwisata yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam menjaga citra dan keberlanjutan pariwisata.

Dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan setiap tahun, keberadaan pramuwisata yang terlatih diharapkan mampu menghadirkan pengalaman wisata yang aman, informatif, dan berkesan bagi setiap pengunjung yang datang ke Labuan Bajo.

 

Editor : Chellz