Inside-Flores.com | Labuan Bajo – Momentum ulang tahun ke-22 Paradise Bar yang terletak di jantung Kota Labuan Bajo, Flores menjadi pembuktian perkembangan destinasi pariwisata super prioritas (DPSP) Labuan Bajo, tidak lepas dari kontribusi industri kreatif.

Kamis (14/5/206) malam tampak meriah, musisi kenamaan ‘Ipang Lazuardi’ memeriahkan hari jadi ke-22 Paradise Bar sebagai bintang tamu utama.

Musisi nasional yang telah melanglang buana selama puluhan tahun di belantika musik Tanah Air itu seolah menghipnotis warga Labuan Bajo, wisatawan dan pengunjung lainnya lewat 10 lagu yang dibawakan penuh penghayatan.

“Labuan Bajo tempat yang terindah, selamat ulang tahun ke-22 Paradise Bar, ini merupakan waktu yang panjang bukan sedikit untuk bisa sampai saat ini, terima kasih,” ucap Ipang disambut riuh tepuk tangan dan sorak Sorai pengunjung.

Sejumlah wisatawan nusantara dan mancanegara tampak menikmati keramaian gelaran musik itu hingga mengajak penonton lainnya bergoyang dan bernyanyi.

Ipang dalam interaksi dengan penonton mengaku kaget lagu-lagu yang dibawanya sangat fasih dinyanyikan para penonton.

Pemilik Paradise Bar Maksimus Magur, menyebutkan perayaan ulang tahun pada tahun 2026 ini memang dirancang lebih dekat dengan penonton.

“Kami ingin menghadirkan pengalaman yang lebih intimate. Ipang Lazuardi adalah sosok yang tepat karena musiknya punya kedalaman emosi. Penonton tidak hanya menikmati lagu, tapi juga merasakan cerita di baliknya,” ujar pria yang akrab disapa Maksi itu.

Menurut Maksi pendekatan itu menjadi bagian dari upaya Paradise Bar membangun identitas hiburan yang berbeda di Labuan Bajo dimana tidak hanya ramai, tetapi juga berkualitas dan berkesan.

“Terima kasih atas dukungan dan doa seluruh pihak hingga Paradise Bar menginjak usia ke-22 ini,” ungkapnya.

 

Paradise Bar dan Jejak Panjang Pariwisata Labuan Bajo

Pelaku wisata Labuan Bajo Stefan Rafael menyatakan Paradise Bar memiliki perjalanan panjang dalam perkembangan industri wisata di Labuan Bajo.

Menurut dia tempat hiburan Paradise Bar telah menjadi salah satu ruang yang mempertemukan wisatawan dengan kehidupan malam dan musik lokal di kota wisata itu.

“Paradise Bar sudah menjadi bagian dari cerita panjang Labuan Bajo. Banyak wisatawan mengenal suasana kota ini bukan hanya dari wisata laut, tetapi juga dari ruang-ruang hiburan dan musik yang hidup,” kata Stefan Rafael.

Stefan menjelaskan selama lebih dari dua dekade, Paradise Bar tetap bertahan di tengah perubahan besar sektor pariwisata Labuan Bajo. Keberadaan tempat itu dinilai ikut memberi warna terhadap pengalaman wisatawan yang datang dari berbagai daerah maupun negara. (**).