LABUAN BAJO – Tawa anak-anak terdengar riang di Natas Parapuar, Sabtu (13/6/2026). Dengan krayon dan pensil warna di tangan, mereka menuangkan imajinasi tentang burung, hutan, laut, dan satwa khas Flores dalam lembar-lembar gambar.

Pemandangan itu menjadi bagian dari kemeriahan Weekend at Parapuar (WAP) by IN-FLORES, sebuah kegiatan yang memadukan edukasi lingkungan, pelestarian budaya, hiburan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Sejak pagi, puluhan peserta dari tingkat TK/PAUD dan Sekolah Dasar mengikuti lomba mewarnai serta menggambar bertema keanekaragaman hayati. Melalui cara yang menyenangkan, anak-anak diajak mengenal kekayaan alam Flores sekaligus menumbuhkan rasa peduli terhadap lingkungan sejak dini.

Di sisi lain area kegiatan, deretan stan UMKM ramai dikunjungi masyarakat dan wisatawan. Aneka kuliner lokal, minuman segar, hingga produk kreatif masyarakat ditampilkan oleh para pelaku usaha yang berasal dari berbagai wilayah di sekitar Labuan Bajo.

Kehadiran UMKM menjadi salah satu daya tarik utama dalam kegiatan yang digagas BPOLBF bersama program IN-FLORES tersebut. Selain membuka peluang promosi produk lokal, kegiatan ini juga memberi ruang interaksi langsung antara pelaku usaha dengan pengunjung.

Plt Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung, mengatakan bahwa pembangunan pariwisata berkelanjutan harus berjalan beriringan dengan pelestarian alam dan budaya.

“Melalui kolaborasi bersama IN-FLORES ini, kami ingin menghadirkan ruang edukasi dan interaksi bagi masyarakat maupun pengunjung agar semakin memahami pentingnya menjaga kekayaan alam dan budaya yang kita miliki,” ujarnya.

Menurut Andhy, Parapuar tidak hanya memiliki potensi sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai ruang publik yang dapat mempertemukan berbagai aktivitas kreatif dan edukatif.

Semangat yang sama disampaikan Koordinator Bentang Darat dan Bentang Laut Wilayah Barat Program IN-FLORES, Imanuddin Utoro. Ia menilai kegiatan ini menjadi contoh bagaimana aspek ekonomi, sosial, budaya, dan konservasi dapat berjalan bersama dalam mendukung pariwisata berkelanjutan.

Menjelang sore, suasana semakin semarak. Pengunjung mengikuti lomba makan yang berlangsung penuh gelak tawa. Tak lama kemudian, panggung hiburan menjadi pusat perhatian dengan penampilan tari tradisional dari Sanggar Tate Kind Art yang menampilkan kekayaan budaya Flores.

Alunan musik dari Benal and Friend serta Krefil membuat pengunjung larut dalam suasana kebersamaan. Penampilan DJ lokal Silfanus menutup rangkaian acara dengan nuansa yang lebih energik.

Bagi Meri, salah satu pengunjung yang hadir, kegiatan ini menghadirkan pengalaman berbeda karena mampu menggabungkan hiburan, budaya, dan edukasi dalam satu ruang.

“Saya sangat menikmati penampilan tari tradisional yang menunjukkan kekayaan budaya daerah. Kehadiran lomba anak-anak dan live music membuat acara ini terasa meriah dan bisa dinikmati oleh semua usia,” katanya.

Melalui Weekend at Parapuar by IN-FLORES, BPOLBF berharap masyarakat semakin terlibat dalam menjaga lingkungan, melestarikan budaya, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Di tengah suasana santai akhir pekan, pesan tentang pentingnya menjaga Flores disampaikan dengan cara yang hangat, kreatif, dan menyenangkan.

 

Editor: Chellz