LABUAN BAJO – Tidak ada ruang untuk terpeleset. Belgia dan Iran sama-sama memasuki laga kedua Grup G Piala Dunia 2026 dengan misi yang sama: meraih kemenangan dan menjaga peluang lolos ke fase gugur.

Pertandingan yang berlangsung di NRG Stadium, Houston, Texas, Amerika Serikat, Minggu (21/6) waktu setempat atau Senin (22/6) dini hari WITA itu diprediksi menjadi salah satu duel paling krusial di Grup G. Kick-off dijadwalkan pukul 15.00 EDT atau sekitar pukul 02.00 WITA.

Hasil imbang pada laga pembuka membuat duel ini bernilai lebih dari sekadar tiga poin. Belgia ditahan Mesir 1-1, sementara Iran bermain imbang 2-2 melawan Selandia Baru. Situasi tersebut membuat persaingan Grup G masih terbuka lebar, tetapi sekaligus membuat ruang kesalahan semakin sempit.

Bagi Belgia, pertandingan ini menjadi kesempatan untuk menjawab keraguan yang muncul setelah penampilan kurang meyakinkan saat menghadapi Mesir. Sementara bagi Iran, laga melawan salah satu kekuatan Eropa menjadi panggung untuk menunjukkan bahwa mereka layak diperhitungkan sebagai pesaing serius tiket ke babak berikutnya.

“Kami harus menunjukkan reaksi yang tepat setelah kehilangan poin pada pertandingan pertama. Turnamen seperti ini tidak memberi banyak kesempatan untuk memperbaiki kesalahan,” demikian pandangan yang berkembang di kubu Belgia menjelang laga.

Belgia masih memiliki kualitas individu yang sulit ditandingi sebagian besar peserta turnamen. Kevin De Bruyne tetap menjadi pusat kreativitas di lini tengah, sementara Romelu Lukaku diharapkan mampu tampil lebih tajam dalam penyelesaian akhir.

Namun persoalan Belgia bukan terletak pada kualitas pemain. Yang menjadi sorotan adalah efektivitas permainan. Saat menghadapi Mesir, Setan Merah mendominasi penguasaan bola, tetapi kesulitan mengubah dominasi tersebut menjadi kemenangan.

Pelatih Belgia diperkirakan akan meminta anak asuhnya tampil lebih agresif sejak awal pertandingan. Menekan lebih tinggi, mempercepat distribusi bola, dan memaksimalkan serangan dari kedua sisi lapangan menjadi skenario yang kemungkinan besar akan diterapkan.

Di sisi lain, Iran datang dengan pendekatan berbeda.

Tim asuhan Amir Ghalenoei diperkirakan tidak akan terpancing bermain terbuka. Mereka lebih nyaman menunggu di area pertahanan sendiri, menjaga organisasi permainan, lalu melancarkan serangan balik cepat ketika Belgia kehilangan keseimbangan.

Strategi seperti itu bukan hal baru bagi Iran. Dalam sejumlah turnamen besar, mereka kerap menyulitkan lawan yang secara kualitas berada di atas mereka.

Penyerang andalan Mehdi Taremi akan menjadi figur sentral dalam skema tersebut. Pengalamannya bermain di level tertinggi Eropa membuatnya memiliki kemampuan memanfaatkan ruang sekecil apa pun di lini belakang lawan.

“Iran tidak perlu mendominasi pertandingan untuk menang. Mereka hanya perlu disiplin dan memanfaatkan momen yang datang,” ujar salah satu pengamat sepak bola Asia menjelang pertandingan.

Pertarungan sesungguhnya kemungkinan terjadi di sektor tengah. Belgia akan berusaha mengontrol tempo melalui De Bruyne, sementara Iran fokus menutup jalur umpan vertikal dan memaksa lawan bermain melebar.

Semakin lama skor tetap imbang, tekanan diprediksi akan beralih kepada Belgia. Sebagai tim unggulan, mereka memikul ekspektasi besar untuk menang. Situasi tersebut justru bisa menjadi keuntungan bagi Iran yang datang tanpa beban berlebihan.

Faktor mental diperkirakan akan memegang peranan penting. Belgia memiliki kualitas untuk mendominasi pertandingan, tetapi Iran mempunyai kemampuan membuat lawan frustrasi. Dalam turnamen sekelas Piala Dunia, detail kecil sering kali menjadi pembeda antara kemenangan dan kegagalan.

Kemenangan akan menempatkan salah satu tim dalam posisi ideal menuju fase gugur. Sebaliknya, kekalahan dapat membuat nasib mereka bergantung pada hasil pertandingan lain di laga terakhir grup.

Karena itu, duel di Houston bukan sekadar pertarungan dua negara dari benua berbeda. Ini adalah pertarungan untuk menjaga mimpi tetap hidup di panggung terbesar sepak bola dunia.

Prediksi

Di atas kertas, Belgia masih unggul dari segi kualitas individu, pengalaman, dan kedalaman skuad. Namun Iran memiliki organisasi permainan yang cukup solid untuk membuat pertandingan berlangsung ketat hingga menit-menit akhir.

Jika De Bruyne mampu mengendalikan ritme permainan dan Lukaku menemukan sentuhan terbaiknya, Belgia berpeluang mengamankan tiga poin penting. Namun bila Iran berhasil mempertahankan disiplin taktik serta memanfaatkan serangan balik secara efektif, kejutan bukan sesuatu yang mustahil.

Prediksi skor: Belgia 2-1 Iran.

Tiga poin menjadi target utama. Sebab di Grup G yang masih terbuka, satu kemenangan bisa membawa langkah lebih dekat ke fase gugur, sementara satu kekalahan dapat mengubah perjalanan turnamen menjadi jauh lebih terjal.