LABUAN BAJO – Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Cunca Plias, Desa Wisata Wae Lolos, Kabupaten Manggarai Barat, memberikan klarifikasi atas berbagai pernyataan yang beredar terkait pengalaman wisatawan saat berkunjung ke kawasan wisata alam tersebut.

Ketua Pokdarwis Cunca Plias, Robert Perkasa, menegaskan bahwa Cunca Plias merupakan destinasi wisata alam dan budaya yang dikelola dengan konsep Community-Based Tourism (CBT). Selain memiliki keindahan alam, kawasan tersebut juga merupakan wilayah adat yang memiliki nilai budaya dan kesakralan yang dijaga oleh masyarakat setempat.

Menurut Robert, seluruh pengunjung yang memasuki kawasan Cunca Plias diwajibkan menggunakan jasa pemandu lokal. Ketentuan tersebut bukan sekadar pilihan, melainkan aturan yang telah ditetapkan dan diinformasikan secara jelas melalui papan informasi di pintu masuk kawasan wisata.

“Kewajiban menggunakan pemandu lokal diberlakukan demi keselamatan pengunjung, perlindungan kawasan adat dan lingkungan, serta sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal,” ujarnya.

Ia menjelaskan, setiap wisatawan yang datang wajib mematuhi seluruh aturan yang berlaku sebagaimana di destinasi wisata lain yang memiliki sistem pengelolaan dan regulasi.

Pokdarwis Cunca Plias juga membantah anggapan bahwa tidak ada penjelasan mengenai aturan tersebut kepada pengunjung. Menurut Robert, informasi mengenai kewajiban menggunakan pemandu telah disampaikan sebelum wisatawan memasuki kawasan.

“Kami sangat menyayangkan apabila ada pihak yang menyebarkan informasi yang tidak utuh sehingga menimbulkan persepsi yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan,” katanya.

Robert menegaskan bahwa Cunca Plias bukan kawasan wisata yang bebas diakses tanpa aturan. Kawasan tersebut merupakan wilayah adat yang dijaga, dihormati, dan dikelola masyarakat lokal demi menjaga kelestarian alam, budaya, serta keberlanjutan pariwisata.

Ia juga mengingatkan bahwa tidak semua destinasi wisata harus menyesuaikan diri dengan ekspektasi pengunjung. Sebaliknya, setiap wisatawan diharapkan menghormati aturan, budaya, dan kearifan lokal yang berlaku di daerah yang dikunjungi.

Meski demikian, Pokdarwis Cunca Plias tetap membuka ruang untuk melakukan evaluasi internal, khususnya terkait etika komunikasi pemandu wisata di lapangan agar pelayanan kepada wisatawan semakin profesional.

“Kami menghormati setiap tamu yang datang ke Cunca Plias. Namun kami juga berharap setiap pengunjung menghormati aturan, budaya, dan masyarakat yang menjaga kawasan ini,” tutup Robert Perkasa.

 

Editor : Chellz