LABUAN BAJO – Panggung musik di perbukitan Parapuar, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak hanya menjadi ruang hiburan bagi masyarakat dan wisatawan. Melalui Picnic Over The Hill of Parapuar (POTHP) Volume 5, Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) menghadirkan pesan solidaritas bagi masyarakat terdampak gempa bumi Flores.

Digelar di Natas Parapuar, Sabtu (19/9/2026), kegiatan tersebut turut diwarnai aksi kemanusiaan dari musisi asal Indonesia Timur, Wizz Baker, yang menyumbangkan 50% honornya untuk korban gempa Flores.

POTHP Vol. 5 sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada 22 Agustus 2026. Namun, pelaksanaannya ditunda akibat gempa bumi yang melanda Flores.

Setelah masa tanggap darurat di Kabupaten Manggarai dan Provinsi Nusa Tenggara Timur berakhir pada 12 September 2026, BPOLBF kembali menggelar kegiatan tersebut dengan memadukan festival musik, piknik, kuliner, dan pengamatan langit malam (stargazing).

Pelaksana Tugas Direktur Utama BPOLBF, Andhy Marpaung, mengatakan penyelenggaraan POTHP Vol. 5 tidak hanya bertujuan menghidupkan kembali aktivitas pariwisata Labuan Bajo, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemulihan pascabencana.

“Event ini memang kita harapkan menjadi bagian dari upaya pemulihan pascabencana,” ujar Andhy.

Menurut dia, dalam manajemen krisis pariwisata terdapat tahapan normalisasi dan pemulihan setelah masa tanggap darurat berakhir.

Melalui kegiatan tersebut, BPOLBF ingin menunjukkan bahwa aktivitas pariwisata di Labuan Bajo, khususnya kawasan Parapuar, kembali berjalan.

“Kita ingin memublikasikan dan meyakinkan bahwa Labuan Bajo sudah aman untuk dikunjungi, terutama kawasan Parapuar. Itu yang ingin kita tunjukkan,” katanya.

Namun, di tengah upaya menghidupkan kembali sektor pariwisata, masyarakat Flores yang terdampak gempa masih menghadapi berbagai kebutuhan pemulihan.

Kerusakan rumah, terganggunya aktivitas ekonomi, dan kebutuhan pemenuhan dasar menjadi tantangan yang harus dihadapi masyarakat setelah bencana.

Dalam konteks tersebut, aksi solidaritas melalui kegiatan seni dan pariwisata menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap masyarakat terdampak.

Andhy mengungkapkan, BPOLBF bersama manajemen Wizz Baker telah menyepakati bahwa 50% honor musisi tersebut akan disumbangkan untuk korban gempa Flores.

“Honornya dia sebagai penampil hari ini, 50% nanti akan disumbangkan kepada korban gempa,” ujar Andhy.

Penyerahan bantuan secara simbolis berlangsung ketika Wizz Baker membawakan lagu ketiga berjudul Hilang.

Bantuan tersebut selanjutnya akan disalurkan melalui Keuskupan Labuan Bajo kepada masyarakat terdampak gempa.

Menurut Andhy, mekanisme tersebut diharapkan dapat membantu menyalurkan dukungan kepada korban bencana melalui lembaga yang telah ditunjuk.

Penyelenggaraan POTHP Vol. 5 berlangsung ketika Flores masih berada dalam tahapan pemulihan pascagempa.

Bagi masyarakat terdampak, pemulihan tidak hanya berkaitan dengan perbaikan infrastruktur, tetapi juga pemulihan mata pencaharian dan kehidupan sosial.

Di sisi lain, sektor pariwisata Labuan Bajo perlu kembali bergerak karena menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat.

Melalui POTHP Vol. 5, BPOLBF berupaya menggabungkan dua agenda tersebut, yakni menghidupkan kembali aktivitas wisata sekaligus menghadirkan ruang solidaritas bagi korban bencana.

Kegiatan ini memadukan musik, kuliner, dan aktivitas rekreasi di kawasan terbuka Parapuar. Pelaku UMKM juga mendapat ruang untuk kembali beraktivitas dan berinteraksi dengan pengunjung.

Andhy berharap kegiatan tersebut dapat membantu memulihkan citra pariwisata Labuan Bajo dan Flores setelah gempa bumi.

“Kita harapkan dengan adanya event ini, citra pariwisata Labuan Bajo dan Flores pascagempa bisa pulih kembali. Nantinya, wisatawan bisa yakin bahwa Labuan Bajo sudah aman dikunjungi,” ujarnya.**