LABUAN BAJO — Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) menyampaikan duka cita mendalam atas musibah tenggelamnya kapal wisata KM Feronia di perairan Pulau Tatawa, kawasan Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada Selasa, 13 Oktober 2026.

BPOLBF turut menyampaikan keprihatinan kepada para korban dan keluarga, khususnya keluarga Veronica Beatrix Jessica, yang hingga kini belum mendapatkan kepastian mengenai keberadaan korban.

Setelah operasi pencarian berlangsung selama sepuluh hari, Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Maumere bersama Tim SAR Gabungan resmi menutup operasi SAR pada Kamis, 22 Oktober 2026. Meski berbagai upaya pencarian telah dilakukan, Veronica Beatrix Jessica masih dinyatakan hilang.

Sebagai bentuk kepedulian dan dukungan terhadap misi kemanusiaan tersebut, BPOLBF mengerahkan Speedboat Wonderful Komodo sejak hari keempat pencarian, Jumat, 16 Oktober 2026. Dukungan armada itu diberikan untuk membantu memperkuat operasi pencarian yang dipimpin Tim SAR Gabungan.

Keterlibatan armada tersebut merupakan bagian dari komitmen BPOLBF untuk bergotong royong dan bersinergi dengan berbagai unsur relawan serta instansi terkait dalam mendukung upaya pencarian korban di perairan Taman Nasional Komodo.

Sebelumnya, setelah evaluasi operasi SAR hari ketujuh pada Senin, 19 Oktober 2026, masa pencarian disepakati untuk diperpanjang selama tiga hari. BPOLBF menyatakan kesiapannya untuk terus memberikan dukungan sesuai kebutuhan di lapangan.

Plt. Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung, menyampaikan duka cita mendalam sekaligus harapan agar keluarga korban diberikan kekuatan dalam menghadapi situasi tersebut.

“Duka mendalam kami sampaikan atas musibah yang menimpa KM Feronia. Doa dan simpati tulus kami tertuju kepada seluruh korban dan keluarga, khususnya keluarga Veronica Beatrix Jessica. Semoga keluarga senantiasa diberikan kekuatan, ketabahan, dan pengharapan dalam menghadapi masa-masa yang sangat berat ini,” ujar Andhy.

Ia menambahkan, keterlibatan Speedboat Wonderful Komodo merupakan bentuk dukungan kemanusiaan untuk membantu Tim SAR Gabungan sesuai kebutuhan di perairan.

“Keselamatan manusia adalah hal yang utama. Kami mendampingi serta mendukung penuh kerja keras Tim SAR Gabungan. Semoga seluruh petugas dan relawan di lapangan senantiasa diberikan kesehatan dan keselamatan, serta upaya bersama ini segera membuahkan hasil terbaik bagi keluarga korban,” lanjutnya.

BPOLBF juga menyampaikan apresiasi dan penghormatan kepada seluruh personel Tim SAR Gabungan, masyarakat, serta relawan yang telah bekerja keras selama proses pencarian berlangsung.

Meskipun operasi SAR resmi ditutup dan Veronica Beatrix Jessica masih dinyatakan hilang, BPOLBF menyampaikan simpati kepada keluarga korban yang harus menghadapi ketidakpastian setelah berakhirnya upaya pencarian.

Peristiwa tenggelamnya KM Feronia menjadi perhatian bersama terhadap keselamatan pelayaran wisata di kawasan Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo. Dukungan berbagai pihak dalam operasi kemanusiaan tersebut diharapkan menjadi bagian dari solidaritas bagi korban dan keluarga yang terdampak musibah.**