LABUAN BAJO — Golo Mori Sunset Run (GMSR) 2026 tidak sekadar menjadi ajang olahraga, tetapi diarahkan menjadi bagian dari penguatan sport tourism di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Memasuki tahun kedua, kegiatan yang berlangsung di kawasan The Golo Mori, Sabtu (3/10), itu mencatat 524 peserta atau melampaui target 500 peserta.

Antusiasme peserta menjadi salah satu indikator meningkatnya minat terhadap penyelenggaraan kegiatan olahraga berbasis destinasi wisata di kawasan The Golo Mori. Bahkan, permintaan untuk mengikuti GMSR masih muncul setelah masa pendaftaran resmi ditutup.

GMSR 2026 mengusung tema #BeyondTheLimits dengan kategori Fun Run 5K dan Fun Walk. Kegiatan tersebut dirancang memadukan aktivitas fisik dengan pengalaman menikmati panorama alam dan suasana matahari terbenam di kawasan The Golo Mori.

Di balik perhelatan olahraga itu, penyelenggara juga membawa pesan #FloresBangkit, terutama dalam mendorong optimisme dan kolaborasi untuk mendukung pemulihan serta pengembangan pariwisata Flores.

General Manager The Golo Mori, Wahyuaji Munarwiyanto, mengatakan penyelenggaraan GMSR merupakan bagian dari upaya mengembangkan sport tourism yang menghubungkan daya tarik destinasi dengan keterlibatan masyarakat.

“Jumlah peserta yang melampaui target menjadi penyemangat bagi kami untuk menghadirkan pengalaman yang semakin baik. Melalui Golo Mori Sunset Run 2026, kami ingin mengajak peserta melampaui batas diri sekaligus menikmati keindahan The Golo Mori,” ujar Wahyuaji.

Menurut dia, semangat Flores Bangkit juga menjadi bagian penting dari penyelenggaraan GMSR tahun ini. Kolaborasi dan kebersamaan dinilai diperlukan untuk memperkuat pariwisata daerah.

GMSR 2026 mempertemukan komunitas lari, penggemar olahraga, masyarakat, serta peserta undangan dari kalangan pemangku kepentingan dan sponsor. Jumlah peserta undangan tersebut berada di luar 524 pendaftar yang tercatat selama periode pendaftaran.

Penyelenggaraan tahun kedua juga dibarengi sejumlah pembenahan berdasarkan evaluasi kegiatan sebelumnya. Panitia melakukan penataan alur pengambilan race pack dan registrasi ulang, menambah petunjuk arah di sejumlah titik strategis, memperkuat koordinasi panitia, serta memberikan pembekalan kepada para relawan.

The Golo Mori menggandeng Komodo Runners sebagai tim race management dan Tribun Booking sebagai mitra pembelian tiket. Dukungan sponsor dan mitra juga disebut meningkat dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya.

Aspek keselamatan peserta menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut. Panitia menyiapkan tenaga kesehatan dari tiga mitra serta area layanan medis untuk menangani peserta yang membutuhkan pertolongan.

Koordinasi antara panitia, tim race management, relawan, dan tenaga kesehatan dilakukan untuk memastikan kegiatan berlangsung aman dan tertib.

Tidak hanya peserta dan penyelenggara, masyarakat lokal juga mendapat ruang dalam perhelatan tersebut. The Golo Mori melibatkan tenaga lokal sebagai relawan untuk membantu pelayanan peserta dan operasional acara.

Keterlibatan tersebut membuka pengalaman baru bagi masyarakat dalam pengelolaan kegiatan pariwisata sekaligus memperluas partisipasi warga dalam aktivitas ekonomi destinasi.

Peluang ekonomi juga diberikan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal. Penyelenggara menyediakan area berjualan tanpa biaya sewa bagi pelaku UMKM untuk menawarkan produk kuliner kepada peserta dan pengunjung.

Kehadiran UMKM menjadi bagian penting dari upaya agar penyelenggaraan event pariwisata tidak berhenti pada aktivitas rekreasi, tetapi turut membuka ruang promosi dan transaksi bagi pelaku usaha setempat.

“Melalui perpaduan olahraga, hiburan, dan keterlibatan masyarakat, GMSR 2026 diharapkan dapat memperkuat daya tarik The Golo Mori sebagai destinasi sport tourism serta membuka peluang manfaat ekonomi bagi usaha lokal dan sektor pariwisata di sekitarnya,” kata Wahyuaji.

Rangkaian GMSR 2026 ditutup melalui Sunset Ceremony yang menghadirkan pertunjukan musik dan budaya, penghargaan bagi peserta, serta pengundian doorprize.

Penyelenggaraan GMSR tahun kedua sekaligus memperlihatkan bahwa pengembangan destinasi tidak hanya bertumpu pada atraksi alam. Event olahraga, keterlibatan komunitas, UMKM, tenaga lokal, dan pelaku industri pariwisata menjadi bagian dari ekosistem yang dapat memperpanjang pengalaman wisatawan sekaligus menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.**