Werang– Umat Muslim Kampung Genggo, Desa Golo Mbu, Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap mempertahankan tradisi leluhur dalam menyambut Idul Fitri yaitu dengan pawai obor keliling kampung.
Pada perayaan Idul Fitri 1446 Hijriah tahun ini ritual pawai obor dilakukan umat muslim Kampung Genggo dengan penuh suka-cita. Jama’ah Masjid Al-Hamid Werang itu berjalan kaki sambil membawa obor sebagai simbol pengumandangan takbir dan syiar keislaman.
Kegiatan yang dilakukan secara swadaya di bawah naungan Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Al-Hamid Werang itu dibuka secara resmi oleh Camat Sano Nggoang serta Panitia Hari Besar Islam (PHBI) dan Kepala Desa Golo Mbu.
“Pawai takbiran keliling menggunakan jalan kaki sambil memegang obor merupakan bagian dari tradisi yang telah kami lestarikan sejak tahun 1990. Setiap malam takbiran, semangat ini kembali kami hidupkan sebagai syiar keislaman,” ujar Faisal Tamim, salah satu panitia pawai, Minggu (30/3) malam.
Faisal mengatakan kegiatan ini dilakukan secara rutin setiap tahun sebagai momentum untuk mengumandangkan takbir, yang tidak hanya sebagai ritual ibadah, tetapi juga sebagai sarana mempererat tali silaturahmi antar-warga.
Menurut Faisal, suasana pawai yang diwarnai dengan teriakan takbir memberikan nuansa khidmat dan penuh haru kepada seluruh peserta. Kegiatan pawai obor ini menjadi bukti bahwa meskipun zaman terus berkembang, nilai-nilai keislaman dan budaya lokal tetap dijunjung tinggi.
“Tradisi ini bukan hanya sebagai bentuk syiar, melainkan juga sebagai momentum untuk menguatkan ukhuwah Islamiyah di tengah dinamika kehidupan modern,” tegasnya.
Editor : Chellz


Tinggalkan Balasan