LABUAN BAJO – Sebanyak 228 peserta dinyatakan lolos ke tahapan wawancara dalam proses seleksi anggota baru Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Cabang Manggarai Barat. Dari jumlah tersebut, 10 orang di antaranya merupakan calon pemandu dengan spesialisasi bahasa asing, yakni Mandarin, Jepang, Prancis, Jerman, dan Spanyol.

Ketua HPI Manggarai Barat, Aloysius Suhartim Karya, menegaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara ketat dan profesional demi menjaga standar mutu pemandu wisata di Labuan Bajo sebagai destinasi super prioritas.

“Sebanyak 228 peserta telah dinyatakan lolos administrasi dan masuk ke tahap wawancara. Dari jumlah itu, 10 peserta memiliki kompetensi bahasa asing yang sangat dibutuhkan, khususnya untuk pasar wisatawan mancanegara,” ujar Aloysius.

Tahapan wawancara berlangsung hingga 2 Maret 2026 dan hasil akhir akan diumumkan pada 3 Maret 2026. Proses wawancara dilakukan oleh 10 guide senior yang telah berpengalaman dalam dunia kepemanduan wisata di Labuan Bajo dan kawasan Taman Nasional Komodo.

Aloysius menjelaskan, wawancara mencakup tiga komponen utama, yakni pengetahuan, keterampilan, dan kepribadian.

“Pengetahuan meliputi wawasan kepariwisataan, sejarah dan budaya lokal, serta pemahaman destinasi. Keterampilan mencakup teknik guiding, komunikasi, problem solving di lapangan, hingga kemampuan bahasa. Sementara aspek kepribadian menilai etika, sikap pelayanan, serta integritas calon pemandu,” jelasnya.

Menurutnya, proses seleksi ini bukan sekadar formalitas, tetapi bagian dari upaya menjaga citra pariwisata Labuan Bajo di mata dunia. Ia menekankan bahwa pemandu wisata merupakan garda terdepan dalam membentuk pengalaman wisatawan.

“Kami berkomitmen menjaga integritas dan kualitas pemandu wisata di Labuan Bajo. HPI tidak ingin hanya mengejar kuantitas anggota, tetapi memastikan setiap pemandu yang bergabung benar-benar kompeten, beretika, dan profesional. Ini menyangkut nama baik daerah dan masa depan pariwisata kita,” tegasnya.

Peserta yang lolos hingga tahap akhir nantinya akan mengikuti pelatihan lanjutan. Materi pelatihan akan mencakup pendalaman teknik kepemanduan, standar pelayanan wisata, keselamatan dan keamanan wisatawan, serta materi pendukung dari berbagai instansi terkait.

Beberapa lembaga yang dijadwalkan memberikan materi antara lain Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Basarnas, Balai Balai Taman Nasional Komodo, serta Dinas Pariwisata Manggarai Barat. Materi tersebut dirancang untuk memperkuat pemahaman regulasi, keselamatan pelayaran wisata, penanganan kondisi darurat, hingga kebijakan konservasi di kawasan destinasi.

Dengan proses seleksi berjenjang dan pelatihan terstruktur, HPI Manggarai Barat berharap dapat mencetak pemandu wisata yang adaptif terhadap dinamika industri, mampu menghadapi tantangan lapangan, serta siap mendukung pariwisata berkelanjutan di Labuan Bajo.**