REOK BARAT –  Korban tenggelam di objek wisata Air Terjun Tiwu Pai, Desa Toe, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Senin (19/1/2026).

Jasad korban ditemukan di aliran sungai wilayah Dusun Lengo Alo, Kampung Kalo, sekitar 1 kilometer lebih dari titik awal korban dinyatakan tenggelam.

Korban diketahui merupakan siswa SMPK Fransiskus Xaverius Ruteng yang dilaporkan hilang sejak Minggu, 11 Januari 2026, saat berwisata bersama teman-temannya di kawasan Air Terjun Tiwu Pai.

Ditemukan Warga Saat Cari Kayu Bakar

Proses evakuasi korban dari celah batu, 1 Km dari lokasi kejadian

Informasi yang berhasil dihimpun Flores Inside, jasad korban pertama kali ditemukan oleh warga yang sedang mencari kayu bakar di sekitar sungai. Warga melihat tubuh korban terjebak di celah batu besar ditepi sungai.

Diduga kuat, korban terseret arus deras sejak kejadian awal hingga terbawa cukup jauh dari lokasi Air Terjun Tiwu Pai, sebelum akhirnya tersangkut di celah batu tersebut.

Warga kemudian melaporkan penemuan itu kepada aparat desa dan pihak berwenang.

BPBD Benarkan Penemuan Korban

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Manggarai, Alfred Bombang, membenarkan penemuan jasad korban saat dikonfirmasi pada Senin siang.

“Iya benar, korbannya sudah ditemukan,” ujar Alfred Bombang.

Ia menjelaskan, lokasi penemuan korban berada jauh dari titik awal tenggelam.

“Korban ditemukan di sungai yang berlokasi di Dusun Lengo Alo, tepatnya Kampung Kalo. Jaraknya dengan titik tenggelam sekitar 1 kilometer lebih,” jelasnya.

Evakuasi oleh Tim Gabungan

Usai laporan diterima, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, kepolisian, TNI, serta dibantu masyarakat setempat langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi. Proses evakuasi berlangsung hati-hati mengingat kondisi medan sungai yang terjal dan licin. Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban selanjutnya dibawa dan diserahkan kepada pihak keluarga yang sudah berada di lokasi selama pencarian.

Pencarian Sempat Dinyatakan Ditutup

Sebelumnya, upaya pencarian korban telah dilakukan oleh Tim SAR Gabungan selama 7 hari hari dan sempat dinyatakan ditutup karena belum membuahkan hasil. Penemuan ini sekaligus mengakhiri penantian panjang keluarga yang sejak awal berharap korban dapat ditemukan.

Imbauan Keselamatan Wisata Alam

Peristiwa tragis ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan saat berwisata di destinasi alam, khususnya di kawasan air terjun dan sungai yang memiliki arus deras serta medan berbahaya. Pemerintah daerah dan pihak terkait diharapkan meningkatkan pengawasan serta rambu peringatan di lokasi wisata alam.

 

Editor : Nikolas