LABUAN BAJO – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda sebagian besar wilayah Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), memicu bencana tanah longsor di sejumlah titik. Salah satu wilayah terdampak parah adalah Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda.
Berdasarkan laporan Camat Lamba Leda, Vitalis Edmundus Lana, longsor terjadi pada Kamis (22/1) sekitar pukul 15.00 WITA. Material longsor menimpa rumah warga atas nama Kongradus Lasa, menyebabkan sejumlah korban tertimbun.
Hingga Jumat (23/1), tercatat tiga orang meninggal dunia. Dua korban lainnya berhasil dievakuasi dan sempat mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Benteng Jawa, namun satu di antaranya dinyatakan meninggal dunia, sehingga total korban jiwa bertambah. Sementara itu, dua korban lainnya masih dalam pencarian.
Selain menelan korban jiwa, bencana longsor ini juga memaksa ratusan warga mengungsi. Tercatat dua dusun terdampak di Desa Goreng Meni, yakni Dusun Sosor Alo sebanyak 90 KK dan Dusun Buru Pote sebanyak 137 KK, yang saat ini mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas, SH, M.Hum, menyampaikan duka mendalam dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada menghadapi cuaca ekstrem.
“Bencana yang terjadi di Goreng Meni merupakan duka bagi seluruh masyarakat Manggarai Timur. Saya mengajak keluarga korban untuk tetap tabah dan tidak putus asa. Pemerintah bersama seluruh unsur akan terus berupaya maksimal untuk menemukan korban yang masih tertimbun,” ujar Bupati Agas.
Ia juga mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan, terutama pada malam hari.
“Kondisi cuaca saat ini masih buruk. Jika tidak mendesak, sebaiknya masyarakat menunda perjalanan. Apabila lokasi tempat tinggal dinilai tidak aman dan berpotensi longsor, segera mengungsi ke tempat yang lebih aman,” tegasnya.
Bupati Agas menambahkan, Pemerintah Daerah Manggarai Timur telah mengambil langkah cepat melalui koordinasi lintas sektor. BPBD, TNI, Polri, serta Brimob Kompi 2 Batalyon B Pelopor Manggarai telah berada di lokasi untuk membantu penanganan darurat.
Selain itu, pemerintah daerah membuka ruang solidaritas bagi masyarakat.
“Saya mengajak ASN dan seluruh masyarakat Manggarai Timur untuk membantu meringankan beban korban dengan berdonasi melalui Dinas Sosial, baik berupa pakaian layak pakai, makanan, maupun kebutuhan lainnya,” kata Bupati.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Manggarai Timur, Agustinus Susanto, menyampaikan bahwa hingga saat ini hujan masih terus mengguyur lokasi bencana. Beberapa titik longsor kecil dan daerah rawan di jalur menuju lokasi telah diidentifikasi dan ditangani.
Untuk mendukung kebutuhan pengungsi, Pemda Manggarai Timur melalui BPBD telah menyalurkan logistik darurat, di antaranya beras 750 kilogram, makanan siap saji, terpal, air minum kemasan, serta perlengkapan tidur.
Proses pencarian korban dan penanganan dampak bencana terus dilakukan sembari menunggu kondisi cuaca yang lebih aman.
Editor : Chellz


Tinggalkan Balasan