LABUAN BAJO — Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) kembali menggelar Picnic Over The Hill of Parapuar (POTHP) Volume 5 di Natas Parapuar, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (19/9/2026).

Penyelenggaraan POTHP Vol. 5 menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali aktivitas pariwisata dan ekonomi kreatif Labuan Bajo setelah sebelumnya event tersebut ditunda sebagai bentuk respons terhadap bencana gempa bumi Flores.

Event tahunan ini tidak hanya menawarkan hiburan bagi masyarakat dan wisatawan, tetapi juga diharapkan menjadi ruang untuk menggerakkan kembali aktivitas pelaku usaha pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, serta komunitas lokal.

Plt. Direktur Utama BPOLBF, Andhy Marpaung, mengatakan penyelenggaraan POTHP Vol. 5 merupakan momentum untuk mengajak masyarakat dan wisatawan kembali menikmati destinasi wisata Labuan Bajo dengan tetap memperhatikan aspek keamanan dan kenyamanan.

“Setelah sebelumnya ditunda karena bencana gempa bumi Flores, kami mengajak masyarakat dan wisatawan untuk hadir di POTHP Vol. 5. Mari bersama-sama kita hidupkan kembali aktivitas wisata dan ekonomi kreatif di Labuan Bajo dengan tetap mengedepankan keamanan dan kenyamanan,” kata Andhy.

POTHP merupakan salah satu signature event BPOLBF yang digelar untuk mengaktivasi Kawasan Parapuar. Konsepnya memadukan musik, piknik, kuliner dan aktivitas menikmati langit malam dalam satu ruang terbuka.

Pada POTHP Vol. 5, pengunjung dapat menikmati music festival, picnic, stargazing, hingga food festival. Musisi asal Indonesia Timur, Wizz Baker, menjadi salah satu penampil utama dalam event tersebut.

Selain pertunjukan musik, penyelenggaraan POTHP Vol. 5 juga melibatkan pelaku UMKM dan ekonomi kreatif lokal melalui food festival. Pengunjung dapat menikmati beragam produk kuliner sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha yang terlibat.

Galang Solidaritas Korban Gempa

Di tengah upaya menggerakkan kembali pariwisata, POTHP Vol. 5 juga membawa pesan solidaritas bagi masyarakat yang terdampak gempa bumi Flores.

BPOLBF menyediakan merchandise berupa kaus edisi khusus yang akan ditandatangani langsung oleh Wizz Baker. Kaus tersebut dijual kepada pengunjung dan hasil penjualannya akan didonasikan bagi korban gempa bumi Flores.

Inisiatif tersebut menjadi bagian dari rangkaian penyelenggaraan POTHP setelah event sebelumnya ditunda akibat bencana gempa.

Dengan demikian, aktivitas pariwisata yang kembali digelar tidak hanya diarahkan untuk menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kepedulian dan solidaritas terhadap masyarakat yang masih terdampak bencana.

Dorong Aktivitas Ekonomi Kreatif

Penyelenggaraan POTHP juga diarahkan untuk memperluas manfaat aktivitas pariwisata kepada masyarakat lokal.

Keterlibatan UMKM, komunitas dan pelaku ekonomi kreatif menjadi salah satu bagian dari konsep event di Kawasan Parapuar. Melalui kegiatan tersebut, pengunjung tidak hanya menjadi penonton pertunjukan, tetapi juga dapat berinteraksi dengan produk dan kreativitas lokal.

Natas Parapuar menjadi lokasi utama event karena menawarkan panorama Labuan Bajo dari ketinggian. Lokasi tersebut berada sekitar 238 meter di atas permukaan laut dengan panorama 360 derajat.

Selain menikmati matahari terbenam, pengunjung juga dapat menikmati suasana malam dan aktivitas pengamatan bintang atau stargazing.

BPOLBF sebelumnya mengidentifikasi Parapuar sebagai salah satu kawasan yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai lokasi aktivitas pengamatan langit malam.

Harga Tiket

Masyarakat dan wisatawan yang ingin menghadiri POTHP Vol. 5 dapat membeli tiket reguler seharga Rp60 ribu per orang.

Panitia juga menyediakan tiket reguler paket lima orang dengan harga Rp270 ribu. Sementara tiket on the spot dijual dengan harga Rp80 ribu per orang.

Informasi teknis mengenai event dapat dipantau melalui akun Instagram resmi @picnicoverthehill, @bpolbf dan @floratama.idn.

POTHP Vol. 5 diharapkan menjadi salah satu momentum untuk kembali menghidupkan aktivitas pariwisata Labuan Bajo dan memberikan ruang bagi pelaku ekonomi kreatif untuk bergerak setelah gempa Flores.

Melalui musik, alam, kuliner dan aktivitas komunitas, Parapuar kembali dibuka sebagai ruang interaksi masyarakat dan wisatawan sekaligus menjadi bagian dari upaya pemulihan pariwisata Labuan Bajo.

Pada saat yang sama, aksi penggalangan donasi melalui merchandise khusus Wizz Baker menjadi pengingat bahwa pemulihan pariwisata berjalan beriringan dengan solidaritas bagi masyarakat Flores yang terdampak bencana.**