LABUAN BAJO– Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), mendorong penguatan usaha lokal sebagai bagian dari pemulihan ekonomi masyarakat pascagempa. Upaya ini dilakukan melalui pengembangan komoditas pertanian, perluasan pasar bagi petani, serta penguatan rantai pasok untuk memenuhi kebutuhan sektor pariwisata Labuan Bajo.
Ketua Kadin Manggarai Barat, Charles Ang, mengatakan momentum peringatan HUT ke-15 Kadin menjadi kesempatan untuk memperkuat peran dunia usaha dalam mendukung pemulihan ekonomi masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan daerah terhadap pasokan dari luar.
Hal itu disampaikan Charles saat peringatan HUT ke-15 Kadin Manggarai Barat di Labuan Bajo, Kamis (22/10/2026).
Ia menjelaskan, setelah gempa yang melanda Manggarai Barat pada 15 Agustus 2026, Kadin turut membantu masyarakat terdampak dengan menyalurkan bantuan ke 30 titik. Bantuan tersebut berupa sembako, terpal, susu, minyak, dan bahan bangunan.
Menurut Charles, bantuan itu merupakan hasil kolaborasi dengan para pengusaha dan mitra Kadin yang ikut memberikan dukungan bagi masyarakat terdampak.
“Kami langsung turun ke masyarakat karena banyak pengusaha dan mitra kami yang memberikan dana untuk membeli produk dan kebutuhan di sini. Bantuan kemudian kami antarkan langsung kepada mereka,” kata Charles.
Setelah penyaluran bantuan, Kadin mulai mendorong upaya pemulihan ekonomi melalui pengembangan sektor produktif yang dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah mendampingi pengembangan pembibitan kakao di Ngorang. Bibit tersebut direncanakan dibagikan kepada petani agar mereka dapat mengembangkan komoditas kakao sebagai sumber pendapatan baru.
Charles mengatakan, jenis kakao yang dikembangkan memiliki karakteristik tanaman dengan tinggi sekitar 1,5 hingga 2 meter. Tanaman itu ditargetkan mulai menghasilkan panen setelah sekitar dua tahun, bergantung pada kondisi tanaman dan pemeliharaan.
Namun, menurutnya, penguatan sektor pertanian tidak cukup hanya dengan menyediakan bibit. Petani juga membutuhkan kepastian pasar agar hasil panen dapat memberikan nilai ekonomi.
“Kami akan membeli produk mereka untuk kebutuhan cokelat dan juga ekspor,” ujarnya.
Ia berharap pengembangan kakao dapat memperluas sumber pendapatan masyarakat Manggarai Barat. Selain kopi dan beras, kakao berpotensi menjadi salah satu komoditas unggulan yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal maupun luar daerah.
Kurangi ketergantungan pasokan dari luar
Charles menjelaskan, penguatan usaha lokal juga berkaitan dengan besarnya kebutuhan logistik untuk mendukung industri pariwisata Labuan Bajo.
Menurut dia, pariwisata merupakan penggerak utama perekonomian Manggarai Barat. Karena itu, pertumbuhan sektor tersebut perlu diikuti peningkatan kemampuan pengusaha dan petani lokal dalam memasok kebutuhan hotel, restoran, dan pelaku usaha pariwisata lainnya.
Ia menyebut sekitar 86 persen pasokan logistik yang dibutuhkan masih berasal dari luar Manggarai Barat. Kondisi tersebut dinilai sebagai peluang bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan produksi dan mengambil bagian lebih besar dalam rantai pasok pariwisata.
“Labuan Bajo ini pariwisata prime mover. Penggeraknya adalah pariwisata sehingga Kadin tidak hanya berbicara tentang UMKM, tetapi juga pengusaha logistik dan pengusaha di bidang kepelabuhanan,” katanya.
Salah satu upaya yang telah dilakukan Kadin adalah mengembangkan beras lokal dengan merek Labuan Bajo. Produk tersebut, menurut Charles, telah digunakan dalam kegiatan KTT ASEAN 2023.
Kadin juga mendorong penguatan kapasitas produksi pertanian agar kebutuhan pangan di daerah dapat dipenuhi secara lebih optimal oleh petani setempat.
Bagi Charles, pengembangan produk lokal merupakan bagian dari upaya memperkuat ekonomi daerah. Ketika kebutuhan sektor pariwisata dapat dipenuhi oleh petani dan pengusaha lokal, manfaat ekonomi dari pertumbuhan pariwisata diharapkan tidak hanya dinikmati pelaku usaha besar, tetapi juga masyarakat di tingkat desa.
Hotel dan pelaku pariwisata didorong menyerap produk lokal
Kadin Manggarai Barat juga ingin memperkuat hubungan antara petani dan pelaku industri pariwisata, terutama hotel dan restoran yang memiliki kebutuhan rutin terhadap berbagai produk pangan.
Charles menilai, selama ini masih terdapat peluang yang belum dimanfaatkan secara maksimal untuk memasarkan produk lokal kepada pelaku usaha pariwisata.
Ia mencontohkan produk cokelat yang selama ini dibeli dari luar negeri, padahal Manggarai Barat memiliki potensi untuk mengembangkan kakao dan menghasilkan produk olahan sendiri.
Karena itu, Kadin ingin mendorong agar produk yang dihasilkan petani lokal dapat menjadi bagian dari kebutuhan industri pariwisata, termasuk melalui pengembangan produk cokelat dan peluang ekspor.
Selain pertanian, Kadin juga mendorong penguatan konektivitas udara internasional untuk mendukung pertumbuhan pariwisata Labuan Bajo. Charles menyebut upaya mendorong masuknya maskapai internasional menjadi bagian dari langkah memperluas akses wisatawan ke daerah tersebut.
Ia mengatakan Kadin Manggarai Barat bersama Kadin NTT pernah melakukan pendekatan kepada CEO AirAsia, Tony Fernandes, dalam pertemuan di Bali pada rangkaian kegiatan B20. Upaya tersebut, menurutnya, menjadi bagian dari dorongan pengembangan konektivitas udara pada 2025.
Ke depan, Kadin berharap pengembangan pariwisata dapat berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas usaha lokal sehingga pertumbuhan jumlah wisatawan turut menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat.
Pemulihan harus berdampak pada ekonomi masyarakat
Memasuki usia ke-15, Kadin Manggarai Barat menempatkan kolaborasi antara dunia usaha, petani, dan pelaku pariwisata sebagai salah satu upaya memperkuat perekonomian daerah.
Pemulihan pascagempa menjadi momentum untuk memperluas pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan ekonomi produktif, bukan hanya mengandalkan bantuan darurat.
Pengembangan kakao, penguatan produksi beras lokal, serta pembukaan akses pasar bagi hasil pertanian diharapkan dapat menciptakan sumber pendapatan yang lebih berkelanjutan.
Dengan potensi pariwisata Labuan Bajo dan beragam komoditas pertanian yang dimiliki Manggarai Barat, Kadin mendorong agar kebutuhan industri pariwisata semakin banyak dipenuhi oleh produk lokal.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat daya tahan ekonomi masyarakat, memperluas kesempatan usaha, serta membuat manfaat pertumbuhan pariwisata lebih dirasakan oleh petani dan pelaku usaha lokal.
Editor : Chellz


Tinggalkan Balasan