LABUAN BAJO — Sekitar 600 peserta menyusuri kawasan The Golo Mori, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, dalam Golo Mori Sunset Run 2026, Sabtu (3/10) petang. Ajang olahraga berbasis wisata itu memadukan aktivitas lari dengan pengalaman menikmati lanskap pesisir dan perbukitan Golo Mori menjelang matahari terbenam.

Peserta berasal dari berbagai kalangan, mulai dari warga lokal, pelajar, komunitas lari, peserta dari sejumlah daerah hingga wisatawan. Mereka mengikuti dua kategori yang disiapkan panitia, yakni 5K Fun Run dan 2,5K Fun Walk.

Golo Mori Sunset Run tahun ini memiliki cerita tersendiri. Kegiatan tersebut semula dijadwalkan berlangsung pada 22 Agustus 2026. Namun, pelaksanaannya ditunda menyusul gempa bumi Flores berkekuatan magnitudo 7,7 yang terjadi pada 15 Agustus 2026 dan berdampak pada sejumlah wilayah di Pulau Flores.

Setelah kondisi memungkinkan, kegiatan kemudian digelar pada 3 Oktober dengan mengusung konsep sunset run. Peserta diajak menyusuri lintasan kawasan Golo Mori ketika matahari mulai bergerak menuju ufuk barat.

Sepanjang lintasan, peserta disuguhi bentang perbukitan, garis pantai, serta perubahan warna langit yang menjadi ciri khas suasana senja di kawasan tersebut.

General Manager The Golo Mori, Wahyuaji Munarwiyanto, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk mempertemukan olahraga dan pariwisata dalam satu pengalaman.

“Golo Mori memiliki lanskap yang sangat kuat. Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan pengalaman bahwa olahraga dan pariwisata dapat berjalan bersama,” ujarnya.

Menurut dia, kegiatan berbasis olahraga juga dapat menjadi salah satu cara memperkenalkan destinasi kepada masyarakat dan wisatawan. Peserta tidak sekadar datang untuk berlari, tetapi juga berinteraksi langsung dengan kawasan wisata.

“Peserta tidak hanya berlari, tetapi juga menikmati suasana dan panorama Golo Mori. Ini menjadi bagian dari pengalaman yang ingin kami hadirkan,” katanya.

Dua Kategori

Kategori 5K Fun Run menjadi pilihan bagi peserta yang ingin menikmati sensasi berlari melewati jalur kawasan Golo Mori dengan karakter lintasan berbukit dan panorama laut.

Sementara itu, 2,5K Fun Walk diperuntukkan bagi peserta yang ingin menikmati suasana kawasan secara lebih santai dan rekreatif.

Konsep tersebut membuat kegiatan tidak semata berorientasi pada aktivitas fisik. Sepanjang perjalanan, peserta juga berkesempatan menikmati lanskap sekaligus mengabadikan suasana kawasan melalui foto dan video.

Salah seorang peserta, Rita, mengatakan panorama menjadi salah satu daya tarik utama kegiatan tersebut.

“Yang menarik bukan hanya larinya, tetapi pemandangannya. Kita bisa berolahraga sambil menikmati alam Golo Mori, apalagi ketika memasuki waktu matahari terbenam,” ujarnya.

Peserta lainnya, Junaidi, menilai konsep tersebut memberikan pengalaman berbeda karena aktivitas olahraga berlangsung dalam konteks destinasi wisata.

“Suasananya berbeda. Kita seperti mendapatkan dua pengalaman sekaligus, berolahraga dan menikmati destinasi,” katanya.

Memperkuat Sport Tourism

Golo Mori selama ini dikembangkan sebagai kawasan yang menawarkan wisata alam dan pengalaman. Kehadiran Golo Mori Sunset Run memperluas cara menikmati destinasi dengan menempatkan aktivitas olahraga sebagai bagian dari pengalaman wisata.

Dalam konsep tersebut, wisatawan tidak hanya datang untuk melihat panorama, tetapi terlibat langsung dalam aktivitas di kawasan.

Wakil Bupati Manggarai Barat, Yulianus Weng, mengatakan kegiatan seperti itu dapat menjadi ruang kolaborasi antara olahraga, pariwisata, masyarakat, dan pelaku ekonomi lokal.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi ruang kolaborasi antara olahraga, pariwisata, masyarakat, dan pelaku ekonomi lokal,” ujarnya.

Aktivitas sport tourism juga membuka peluang bagi sektor ekonomi lokal. Kehadiran peserta dan wisatawan berpotensi memberikan dampak bagi pelaku usaha kuliner, transportasi, akomodasi, hingga ekonomi kreatif di sekitar destinasi.

Golo Mori Sunset Run pada akhirnya tidak hanya menghadirkan aktivitas berlari menjelang matahari terbenam. Dari lintasan tersebut, Golo Mori diperkenalkan melalui pengalaman langsung menyusuri perbukitan, menikmati bentang pesisir, dan menyaksikan perubahan warna langit ketika hari beranjak malam.

Panorama Golo Mori tidak lagi sekadar menjadi latar. Dalam ajang itu, lanskap menjadi bagian dari perjalanan peserta sekaligus pengalaman wisata yang ditawarkan kawasan tersebut.**