MAUMERE — Operasi pencarian terhadap penyelam yang terseret arus di perairan Pulau Panga Batang, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, berakhir dengan kabar baik. Tiga warga negara asing (WNA) dan seorang warga Indonesia yang sempat dilaporkan hilang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat.
Dua WNA asal Irlandia, Dervla Mulligan, 28, dan Darragh Mc Kierna, 27, menjadi korban terakhir yang ditemukan pada Senin (5/10) pagi. Keduanya ditemukan tim SAR gabungan sekitar pukul 09.00 WITA, sekitar 3,17 mil laut dari lokasi penyelaman.
Sekitar lima menit kemudian, giliran Frederik Horimpun, 39, dive guide asal Indonesia, ditemukan oleh Speed Polair KP Sukur. Ia ditemukan sekitar 4,21 mil laut dari titik awal kejadian.
Sehari sebelumnya, tim SAR bersama nelayan lebih dahulu menemukan Patricia Retter, 42, wisatawan asal Austria, di perairan antara Pulau Babi dan Nangahale.
Penemuan seluruh korban mengakhiri operasi pencarian yang berlangsung selama dua hari. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Kepala Kantor SAR Maumere Fathur mengatakan pencarian hari kedua difokuskan pada tiga penyelam yang belum ditemukan.
“Operasi SAR hari ini merupakan hari kedua untuk mencari tiga orang penyelam yang masih dalam pencarian. Ketiga korban tersebut terdiri dari dua orang WNA asal Irlandia dan satu orang WNI yang merupakan tour guide,” ujar Fathur dari KN SAR Puntadewa.
Operasi melibatkan KN SAR Puntadewa 250, Speed Polair KP Sukur, Sea Rider KN SAR Puntadewa, dan Rubber Boat Kantor SAR Maumere.
Rombongan Terpisah
Insiden bermula ketika enam orang melakukan penyelaman di sekitar perairan Pulau Panga Batang pada Minggu (4/10) sekitar pukul 10.00 WITA.
Rombongan terdiri atas dua dive guide lokal dan empat wisatawan mancanegara. Lokasi penyelaman berjarak sekitar 16,6 mil laut dari Pelabuhan Wuring, Maumere.
Saat penyelaman berlangsung, arus laut di lokasi cukup kuat sehingga rombongan terpisah menjadi dua kelompok.
Dua orang dari tim pertama, yakni Maria Rosa Hariana Djaa, 25, selaku dive guide dan Bart Hazes, 60, penyelam asal Belanda, berhasil kembali ke permukaan dengan selamat.
Sementara empat orang dari tim kedua tidak segera muncul ke permukaan. Mereka terdiri atas tiga wisatawan asing, yakni Patricia Retter, Dervla Mulligan, dan Darragh Mc Kierna, serta dive guide Frederik Horimpun.
Laporan mengenai kondisi membahayakan manusia diterima Kantor SAR Maumere pada Minggu pukul 14.10 WITA dari Riana selaku tour guide.
Pencarian kemudian dilakukan oleh tim SAR gabungan bersama nelayan. Patricia Retter berhasil ditemukan pada sore hari.
Tiga korban lainnya baru berhasil ditemukan pada Senin pagi. Dervla Mulligan dan Darragh Mc Kierna ditemukan hampir bersamaan pada pukul 09.00 WITA. Frederik Horimpun ditemukan lima menit kemudian.
Operasi Ditutup
Setelah seluruh penyelam ditemukan, Kantor SAR Maumere menyatakan operasi pencarian dan pertolongan dihentikan.
Operasi tersebut melibatkan unsur Basarnas, TNI, Polri, serta nelayan. Unsur yang terlibat antara lain Lanal Maumere, Ditpolair Polda NTT, dan Satpolair Polres Sikka.
Enam orang dalam rombongan penyelaman tersebut seluruhnya selamat.
Data penyelam:
- Maria Rosa Hariana Djaa, 25, WNI, dive guide Tim 1.
- Bart Hazes, 60, WNA Belanda, penyelam Tim 1.
- Patricia Retter, 42, WNA Austria, penyelam Tim 2, ditemukan 4 Oktober.
- Dervla Mulligan, 28, WNA Irlandia, penyelam Tim 2, ditemukan 5 Oktober.
- Darragh Mc Kierna, 27, WNA Irlandia, penyelam Tim 2, ditemukan 5 Oktober.
- Frederik Horimpun, 39, WNI, dive guide Tim 2, ditemukan 5 Oktober.
Insiden tersebut berakhir tanpa korban jiwa setelah seluruh penyelam yang terpisah akibat arus kuat berhasil ditemukan dalam kondisi selamat.**
Editor: Chellz


Tinggalkan Balasan