Borong– Pimpinan Media Flores Editorial, Adrianus Kornasen ditahan penyidik Polres Manggarai Timur (Matim), Selasa (1/4/2025). Adrianus ditahan atas dugaan melakukan penganiayaan berat kepada rekan sejawatnya Firman Jaya, wartawan detiknet.id, Senin (31/3) lalu.
“Benar sudah diamankan di Polres Manggarai Timur,” jelas Kapolres Manggarai Timur, AKBP Suryanto, saat dihubungi Selasa (1/4/2025).
AKBP Suryanto lebih lanjut menjelaskan saat ini penyidik tengah mengambil keterangan pelaku dan akan memproses kasus penganiayaan itu sesuai prosedur.
“Selama ini kasus-kasus serupa kami tangani secara profesional, saya minta rekan-rekan media percayakan proses hukum ke Polres,” jelas AKBP Suryanto.
Ganggu Kebebasan Pers
Terpisah, politisi PDI Perjuangan, Wili Nurdin menilai peristiwa penganiayaan itu contoh nyata kebebasan pers diambang kehancuran. Menurutnya apa yang dialami Firman (korban) dampak dari pemberitaan yang dibuatnya mengkrisi kinerja pemerintah Matim.
Selain itu, Wili juga menilai tindakan penganiayaan yang dilakukan pelaku termasuk penganiayaan yang berencana dimana melibatkan lebih dari 3 orang pelaku.
“Semoga pihak kepolisian bisa segera tahan para pelaku dan diperiksa benar dan soal salah benar itu pengadilan yang putuskan,” kata Wili, Selasa (1/4/2025).
Getol Kritisi Pemda Matim
Penelusuran floresinside.com menemukan korban getol memberitakan kinerja Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur seperti mengkrisi proyek mubazir di Pantai Cepi Watu, proyek panggung kreasi Manggarai Timur yang masing-masing menelan dana miliaran rupiah.
Selain itu korban juga pernah mengulas pernyataan Anggota DPRD Manggarai Timur yang menilai pemberitaan media Flores Editorial milik pelaku yang cendrung mengadu domba.
Penelusuran media ini juga mendapatkan pelaku merupakan pendukung pasangan Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Timur, Andreas Agas dan Tarsisius Syukur pada Pilkada Manggarai Timur 2024 lalu.
Pelaku sering memamerkan pesan-pesan dukungannya kepada pasangan Andreas-Tarsisius pada laman facebooknya. Selain itu, media online milik pelaku banyak memframing Andreas-Tarsisius sebagai pemimpin yang ideal untuk Manggarai Timur.
Sebelumnya, Ketua Jaringan Pemred Promedia (JPP) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Andrianus Kornasen diduga melakukan penganiayaan terhadap Firman Jaya, wartawan detiknet.id hingga bonyok.
Tindakan pidana penganiayaan itu terjadi di kos-kosan milik korban kawasan Watu Ipul, Kota Ndora Borong, NTT, Senin (31/3) sekitar pukul 23.00 wita. Saksi mata mengatakan melihat pelaku berjumlah 6 orang melakukan penganiayaan terhadap korban.
“Mereka (pelaku) masuk lewat jendela kamat karena pintu kamar kosan korban terkunci. Andrianus Kornasen bersama bapak dan adiknya kemudian menganiaya korban,” kata Ficki, seorang saksi yang melihat kejadian itu, Senin (31/3).
Tindakan kekerasan oleh Direktur Utama FEC Corporation itu menyebabkan mata kanan korban mengalami pendarahan hebat.
“Ada tiga orang yang menganiaya saya. Andrianus Kornasen, bapaknya dan adiknya. Saya dianiaya dengan menggunakan batu dan dibanting ke tanah,” jelas korban, Senin (31/3). **
Editor: Chellz


Tinggalkan Balasan