Uskup Agung Ende, Mgr. Paul Budi Kleden mengambil sejumlah makanan lokal untuk santap siang di Paroki Santo Petrus Martir Ndora setelah perayaan misa HUT-73 Paroki. (Ignas Kunda)

Nagekeo – Ribuan umat di Paroki Santo Petrus Martir, Ndora, Kevikepan Mbay, Keuskupan Agung Ende, Pulau Flores, NTT merayakan HUT ke-73 dengan menggelar Misa bersama yang dipimpin oleh Uskup Agung Ende, Mgr. Paul Budi Kleden, Minggu, (3/5).

Dalam misa tersebut juga disertai Pelantikan Dewan Pastoral (DPP) Paroki Ndora oleh Uskup Agung Ende.

Selain Misa para umat juga menggelar bazar makanan lokal dari 7 stasi dan 1 kuasi di halaman gereja paroki tersebut.

Dalam bazar sejumlah umat juga bebas menikmati setiap makanan lokal yang tersaji. Beberapa pangan lokal diantaranya olahan dari ubi gadung atau odo, labu kuning, jewawut atau wete, kacang-kacangan tau lipe, nasi bambu atau pae kose serta wau kose atau nasi dalam periuk tanah dari Stasi Boalobo yang mulai dihidupkan kembali dari dapur-dapur sepi bertungku.

Mgr. Budi Kleden juga antusias dan merasakan beberapa masakan dari pangan lokal yang tersaji dari setiap stasi. Dengan penuh senyum ia mengitari sejumlah meja yang telah berdiri sejumlah ibu-ibu untuk menyapa dan bercengkrama sambil melihat dan mencicipi beberapa menu khas lokal yang ditawari para ibu ini dengan balasan senyum dan salaman penuh hormat.

Menurut Alosius Rai, ketua panitia pada kegiatan tersebut mengangkat pangan lokal dalam bazar pangan lokal menjadi keseharian masyarakat suku Ndora yang masih dipelihara baik hingga kini. Tujuan bazar pangan lokal adalah untuk memperdalam pengetahuan bagi generasi agar mereka mengenal dan mempertahankan pangan lokal sebagai sumber penghidupan. Generasi didorong untuk terus menjaga pangan pokok ini sebagai ciri khas Ndora pada umumnya.

” Dibandingkan dengan kami dulu yang sudah terbiasa dengan pangan lokal membuat kami lebih kuat lebih sehat, karena itu generasi sekarang harus mengenal ini, ” ungkap Alosius.

Alosius Rai, juga mengungkapkan perayaan HUT-73 ini juga menjawab kerinduan seluruh umat dari seluruh stasi yang mendambakan sebuah perayaan besar agar bisa bersua dan saling berkomunikasi dalam iman dimana sudah lama tidak dilakukan. Hari ini sebagai bentuk wujud mengikat tali persaudaraan.

” Orang Ndora mengharapkan bisa Paskah atau hari raya di pusat paroki, harapan itu akhirnya terwujud pada pesta pelindung paroki. Acara hari ini terjadi kerena ada kebersamaan untuk harapan dan mimpi yang begitu lama, ” pungkasnya.

Setelah acara bazar panitia kegiatan juga sebagai acara penganugerahan bagi para pemenang kuis serta pertandingan olah raga dalam rangkain kegiatan sebelum acara puncak ini berlangsung. Ribuan umat antusias menikmati acara dan terus menunggu hingga kepulangan Mgr. Paul Budi Kleden ke Ende.

Bagi umat paroki perayaan kali ini bukan sekedar angka 73 namun merawat harapan, jati diri dan identitas lewat pangan lokal serta keharmonisan juga kebersamaan yang mulai menemukan jalan pulang dalam satu iman yang tak akan lekang oleh waktu.