LABUAN BAJO – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, berlangsung dengan suasana tak biasa, Jumat (1/5/2026). Aksi unjuk rasa yang digelar oleh Federasi Serikat Buruh Demokrasi Seluruh Indonesia (FSBDSI) tampak sepi, bahkan hanya diikuti oleh dua orang peserta.

Sekitar pukul 10.00 WITA, massa aksi mulai bergerak melakukan long march dari Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), melintasi Kantor Bupati Manggarai Barat, hingga berakhir di Gedung DPRD Manggarai Barat.

Namun, aksi tersebut berlangsung di tengah kondisi perkantoran yang tutup karena hari libur. Kantor Disnaker, Kantor Bupati, hingga Kantor DPRD Manggarai Barat terlihat kosong tanpa aktivitas pegawai maupun staf.

Berdasarkan pantauan di lapangan, aksi hanya diikuti oleh Rafael dan Ladis sebagai perwakilan FSBDSI. Keduanya tetap membawa atribut aksi dan menyuarakan tuntutan terkait hak-hak buruh, meski dilakukan di depan gedung-gedung pemerintahan yang tidak beroperasi.

Ketua FSBDS Manggarai Barat, Rafael Todowela mengatakan kondisi buruh di Labuan Bajo masih memprihatinkan. “Di Labuan Bajo masih banyak buruh atau pekerja yang diberi upah tidak adil, dengan jam kerja yang tidak manusiawi, tidak mendapatkan jaminan sosial, serta tidak memiliki kepastian kerja,” ujarnya.

Ia menegaskan, pihaknya mendesak pemerintah daerah dan para pelaku usaha untuk segera melakukan perbaikan terhadap sistem ketenagakerjaan. FSBDS Manggarai Barat, kata dia, menuntut adanya penetapan upah yang layak sesuai kebutuhan hidup, peningkatan perlindungan tenaga kerja, serta kepastian status kerja bagi para buruh.

Selain itu, mereka juga mendorong pengawasan yang lebih ketat terhadap perusahaan-perusahaan agar mematuhi aturan ketenagakerjaan, termasuk kewajiban memberikan jaminan sosial dan kondisi kerja yang manusiawi.

Sepanjang jalur aksi, situasi kota terpantau normal tanpa gangguan berarti. Aparat keamanan tetap melakukan pengawalan untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib.

Minimnya jumlah peserta serta kondisi kantor pemerintahan yang tutup menjadikan aksi May Day tahun ini di Labuan Bajo berlangsung relatif sunyi dan berbeda dibandingkan daerah lain yang biasanya dipadati massa buruh.

 

Editor : Chellz