
Di bibir pantai selatan Kecamatan Mauponggo, suara ombak di Desa Aewoe siang itu seperti bersahut-sahutan dengan suara lantang Wilfridus Ebit Yons, Wakil Ketua Tani Mardeka Indonesia. Di hadapan para ibu rumah tangga, peternak kecil, dan nelayan yang hidup di antara kerasnya laut serta kebun-kebun kecil, ia berbicara tentang satu hal sederhana: jangan melupakan kampung halaman ketika hidup mulai berhasil.
Kedatangan rombongan Tani Merdeka Indonesia di desa perbatasan Kabupaten Nagekeo dan Kabupaten Ngada itu disambut hangat warga. Kepala Desa Aewoe, Lorens Raga, mengaku bangga karena desanya akhirnya didatangi dan didengar.
“Di sini P3A belum maksimal. Kami masih kekurangan hand traktor, jalan tani masih butuh sekitar dua kilometer, jalan perkebunan juga belum disentuh. Potensi kelautan ada, tetapi penangkapan ikan masih tradisional,” kata Lorens.
Ia juga menyinggung banyaknya sarjana muda yang belum mendapat pekerjaan, sementara para peternak kecil masih membutuhkan bantuan ternak untuk meningkatkan ekonomi keluarga.
Dalam kunjungan itu, Yons Ebit menyerahkan bantuan 20 ekor kambing kepada kelompok peternak warga. Menurutnya, perhatian kepada petani, peternak, dan nelayan menjadi fokus utama gerakan Tani Merdeka.
“Hari ini bantuan berupa 20 ekor kambing. Tani Merdeka adalah gagasan Presiden Prabowo Subianto. Konsentrasi kami adalah petani, peternak, dan nelayan,” ujar mantan alumni Seminari Mataloko asal Sikka itu.
Selain Yons Ebit hadirpula Rispan Jogo, Ketua Tani Mardeka Kabupaten Nagekeo.
Rispan mengatakan, melalui usulan yang diperjuangkan lewat Tani Merdeka, Kabupaten Nagekeo telah memperoleh 15 unit alat dan mesin pertanian (alsintan). Saat ini, pihaknya juga sedang mengusulkan 38 kelompok tani untuk mendapatkan dukungan program lanjutan.
Secara nasional, Tani Merdeka Indonesia dikenal sebagai organisasi yang lahir untuk mendukung penguatan sektor pangan dan kesejahteraan petani. Organisasi ini dipimpin oleh Don Muzakir sebagai Ketua Umum dan disebut dibentuk atas gagasan Presiden Prabowo Subianto dengan fokus pada ketahanan pangan nasional dan penguatan ekonomi desa.
Dalam berbagai kesempatan, Don Muzakir menegaskan bahwa Tani Merdeka harus hadir hingga ke desa-desa untuk mendampingi petani dan memperjuangkan persoalan pupuk, irigasi, hingga akses alat pertanian.
Sementara itu, Wilfridus Ebit Yons yang kini menjadi salah satu tokoh penting sekaligus Koordinator Wilayah Timur Tani Merdeka, menegaskan bahwa perjuangan organisasi itu bukan sekadar membagikan bantuan, tetapi memastikan masyarakat kecil tidak berjalan sendiri.
“Kita hadir satu hati untuk kebaikan bersama. Kita ini orang susah. Kalau kita sudah sedikit berhasil jangan lupa kampung halaman,” katanya.
Ebit juga menyampaikan bahwa dari lima program yang diusulkan untuk Kabupaten Nagekeo, empat di antaranya telah lolos berkat perjuangan bersama. Satu program lainnya masih terkendala administrasi.
Ia bahkan meminta agar segera dibentuk Satgas Tani Merdeka di Kabupaten Nagekeo agar pengawalan terhadap kebutuhan petani, nelayan, dan peternak dapat berjalan lebih cepat.
“Kesulitan di NTT bukan karena orangnya miskin, tetapi karena informasi sering tidak sampai, banyak kepala dinas tidak sabar untuk menunggu bila ke Jakarta, jadi pergi pulang kosong, tidak sama macam orang jawa tunggu sampai jadi, ” ujarnya.
Di tengah debur ombak pantai selatan Mauponggo, harapan-harapan kecil itu kembali diucapkan: jalan tani yang layak, alat pertanian yang cukup, perahu dan tangkapan yang lebih baik.
Dan siang itu, di Desa Aewoe, harapan itu terasa sedikit lebih dekat. Yons Ebit berharap pertemuan ini bukan hanya merupakan pertemuan yang hanya kenangan namun abadi bukan karena jabatan namun karena rasa sebagai kemanusian dan rasanya yang senasib dan lahir dari kampung yang kecil dan sederhana dan menggebu dalam semangat dalam meraih cita-cita untuk kebersamaan dalam komunitas.
“ Saya ini lahir dari kampung kecil sama seperti bapa mama sekalian namun punya tekad dan keberanian untuk meraih mimpi bukan hanya untuk saya namun juga berusaha berdaya guna buat sesama yang lemah,” pungkasnya.


Tinggalkan Balasan