LABUAN BAJO– Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) terus memperkuat strategi promosi sekaligus pengawasan ekosistem pariwisata di Labuan Bajo menjelang musim kunjungan wisata. Hal tersebut disampaikan oleh Plt Direktur BPOLBF, Andy Marpaung, dalam diskusi bersama media bertajuk Diskusi Bareng Media (Diskoria) yang digelar Jumat, 6 Maret 2026.

Dalam forum tersebut, Andy Marpaung menjelaskan bahwa BPOLBF saat ini menggabungkan strategi promosi digital internasional, aktivasi event destinasi, serta penguatan sistem pengawasan wisatawan untuk memastikan Labuan Bajo tetap kompetitif sebagai destinasi wisata kelas dunia.

Salah satu program promosi yang sedang dijalankan adalah menghadirkan influencer atau Key Opinion Leader (KOL) dari Malaysia untuk merasakan langsung pengalaman wisata bertajuk Floratama Travel Experience. Program ini dinilai sebagai langkah taktis untuk memperkuat rute penerbangan langsung AirAsia Malaysia dari Kuala Lumpur menuju Labuan Bajo.

Menurut Andy Marpaung, pendekatan storytelling digital melalui para influencer ini diharapkan mampu memperluas citra Labuan Bajo di pasar internasional.

“Melalui pengalaman langsung para opinion leader dari Malaysia, kami ingin menunjukkan bahwa Labuan Bajo bukan hanya tentang kapal pinisi dan wisata laut, tetapi juga memiliki kekayaan budaya dan lanskap darat yang luar biasa,” ujar Andy.

Program tersebut melibatkan 12 influencer asal Malaysia yang memiliki spesialisasi di bidang travel, lifestyle, dan adventure. Mereka dipilih berdasarkan kesesuaian audiens dengan target pasar wisatawan mancanegara Labuan Bajo, khususnya generasi Gen Z dan Millennial travelers berdasarkan data pasar AirAsia Malaysia dan PES Labuan Bajo 2025.

Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada 7–10 Maret 2026 selama empat hari tiga malam, dengan dukungan sejumlah mitra industri pariwisata lokal seperti AYANA Komodo Waecicu Beach, Sudamala Resort Komodo, serta Taaktana Luxury Collection Resort & Spa.

Selain promosi digital, BPOLBF juga mengaktifkan agenda destinasi melalui kegiatan Weekend at Parapuar yang digelar Sabtu, 7 Maret 2026 di kawasan Parapuar pada ketinggian sekitar 238 meter di atas permukaan laut.

Event ini menghadirkan pertunjukan musik dan tarian tradisional Flores yang dikemas dalam suasana menikmati matahari terbenam di perbukitan Parapuar. Pengunjung hanya dikenakan tiket Rp5.000 untuk wisatawan lokal dan Rp10.000 untuk wisatawan internasional.

“Event ini menjadi alternatif aktivitas sore hari bagi wisatawan yang berada di darat Labuan Bajo sekaligus ruang interaksi budaya antara masyarakat lokal dan wisatawan,” kata Andy.

Tidak hanya promosi, BPOLBF juga memperkuat pengawasan pariwisata melalui Satgas Pariwisata yang bersifat kolaboratif dengan melibatkan unsur TNI, Polri, Dinas Perhubungan, dan Syahbandar. Satgas ini bertugas memantau arus wisatawan di titik-titik strategis seperti Bandara Komodo, Pelabuhan Marina Labuan Bajo, serta destinasi populer di Taman Nasional Komodo.

Pemantauan tersebut mencakup pengawasan manifest kapal wisata, standar keselamatan pelayaran, hingga mitigasi risiko jika terjadi cuaca ekstrem atau kendala teknis di lapangan.

Selain itu, BPOLBF juga mengaktifkan Tourist Information Center (TIC) sebagai pusat informasi dan pengaduan wisatawan. TIC menyediakan informasi terkait jadwal kapal, tarif resmi masuk kawasan Taman Nasional Komodo, hingga rekomendasi destinasi alternatif di daratan Flores.

“TIC juga berfungsi sebagai crisis center bagi wisatawan. Jika ada kehilangan barang, keluhan layanan, atau kendala perjalanan, wisatawan dapat langsung melapor ke TIC BPOLBF,” jelas Andy.

TIC BPOLBF berlokasi di kantor BPOLBF Labuan Bajo dan dapat dihubungi melalui call center +62 811-3831-540.

Menurut Andy Marpaung, berbagai langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga kualitas pengalaman wisata sekaligus memastikan Labuan Bajo tetap menjadi destinasi unggulan Indonesia di pasar global.