LABUAN BAJO – Ketua Umum Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), Imam Widodo, melakukan kunjungan kerja ke Labuan Bajo pada Minggu (15/3/2026). Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antara pengurus pusat dengan para pramuwisata di daerah sekaligus mendorong penguatan kapasitas sumber daya manusia pariwisata.

Kedatangan Imam Widodo di Bandara Internasional Komodo disambut hangat oleh pengurus dan anggota HPI Manggarai Barat. Para sesepuh HPI setempat juga menggelar penyambutan adat Manggarai melalui rangkaian ritual caca selek, manuk kapu, dan tui loce, yang merupakan simbol penghormatan kepada tamu kehormatan.

Selama berada di Labuan Bajo, Imam Widodo menghadiri kegiatan buka puasa bersama yang digelar oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HPI Manggarai Barat bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) HPI Nusa Tenggara Timur. Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana kekeluargaan di sekretariat bersama pelaku wisata Labuan Bajo dan dihadiri para pramuwisata serta pengurus organisasi.

Ketua DPC HPI Manggarai Barat, Aloysius Suhartim Karya, mengatakan kunjungan Ketua Umum HPI menjadi momen penting bagi para pramuwisata di Labuan Bajo untuk memperkuat komunikasi dan sinergi dengan pengurus pusat.

“Kunjungan Ketua Umum HPI ke Labuan Bajo menjadi energi baru bagi para pramuwisata di daerah. Ini bukan hanya silaturahmi, tetapi juga bentuk perhatian terhadap penguatan kapasitas pemandu wisata di destinasi super prioritas seperti Labuan Bajo,” ujar Aloysius.

Ia menambahkan, selain menghadiri buka puasa bersama, Imam Widodo juga dijadwalkan mengikuti kegiatan pendidikan dan pelatihan (Diklat) pariwisata yang akan digelar pada Senin (16/3/2026).

“Besok Ketua Umum HPI direncanakan akan mengikuti kegiatan Diklat Pariwisata bersama para pramuwisata. Ini menjadi kesempatan penting untuk berbagi pengalaman, pengetahuan, dan memperkuat profesionalisme pemandu wisata di Labuan Bajo,” kata Aloysius.

Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia pariwisata menjadi faktor kunci dalam menjaga reputasi Labuan Bajo sebagai destinasi wisata kelas dunia.

“Kami ingin memastikan bahwa pramuwisata di Labuan Bajo tidak hanya siap secara pengetahuan destinasi, tetapi juga mampu menyampaikan nilai budaya, konservasi, dan kearifan lokal kepada wisatawan,” pungkasnya.