LABUAN BAJO – Korban tenggelam di objek wisata Air Terjun Tiwu Pai, Desa Toe, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Korban ditemukan jauh dari titik awal korban dinyatakan tenggelam.

Penemuan jasad korban terjadi tak lama setelah Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, mengunjungi lokasi kejadian dan bertemu dengan keluarga korban sebagai bentuk empati pemerintah daerah terhadap musibah tersebut.

Korban diketahui bernama Armedo W. Jeferson (14), pelajar SMPK Fransiskus Xaverius Ruteng, yang sebelumnya dilaporkan tenggelam saat berwisata bersama teman-temannya di Air Terjun Tiwu Pai pada Minggu, 11 Januari 2025.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, jasad korban ditemukan jauh dari lokasi pertama kali korban dinyatakan hilang. Korban diduga terseret arus ke arah muara sungai.

Korban pertama kali ditemukan oleh warga setempat yang sedang mencari kayu bakar di sekiran aliran sungai Tiwu Pai. Penemuan tersebut sontak mengundang perhatian warga sekitar yang kemudian melaporkannya kepada aparat keamanan.

Petugas dari Polsek Reok serta unsur TNI dan masyarakat segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi jenazah korban.

Pencarian Sempat Dinyatakan Ditutup

Sebelumnya, operasi pencarian oleh Tim SAR Gabungan telah berlangsung selama tujuh hari dan secara resmi dinyatakan ditutup pada Sabtu, 17 Januari 2026, dengan status korban dinyatakan hilang. Namun, pemantauan oleh warga setempat tetap dilakukan hingga akhirnya korban ditemukan.

Penemuan jasad korban mengakhiri penantian panjang dan penuh duka keluarga yang sejak awal berharap anak mereka dapat ditemukan.

Duka Mendalam Keluarga dan Pemerintah

Kabar ditemukannya korban dalam kondisi meninggal dunia menambah duka mendalam bagi keluarga. Pemerintah daerah kembali menyampaikan belasungkawa atas musibah tersebut dan menyatakan komitmen untuk memberikan pendampingan kepada keluarga korban.

Peristiwa ini menjadi pengingat keras akan pentingnya keselamatan di destinasi wisata alam, khususnya di lokasi yang memiliki arus air deras dan kedalaman yang berbahaya.

Editor : Apong