DENPASAR – Menjelang pelaksanaan Kongres dan Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) PMKRI di Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), dukungan terhadap sejumlah figur yang dinilai layak memimpin organisasi terus bermunculan. Salah satunya datang dari mantan Ketua PMKRI Cabang Denpasar sekaligus praktisi hukum, Valerian Libert Wangge.
Valerian menilai PMKRI membutuhkan kepemimpinan yang tidak hanya mampu menjaga eksistensi organisasi, tetapi juga sanggup membaca perubahan zaman dan menerjemahkannya ke dalam langkah-langkah nyata. Menurutnya, tantangan organisasi mahasiswa saat ini semakin kompleks sehingga membutuhkan pemimpin yang memiliki gagasan yang jelas serta kemampuan mengelola dinamika internal organisasi.
Ia mengatakan, Kongres dan MPA PMKRI tidak semata-mata menjadi ajang memilih figur, melainkan momentum menentukan arah organisasi ke depan. Karena itu, para peserta kongres diharapkan dapat mempertimbangkan kapasitas, pengalaman, dan visi para kandidat yang akan memimpin organisasi.
“Gagasan yang baik memang tidak otomatis melahirkan kepemimpinan yang baik. Namun hampir semua kepemimpinan yang baik selalu berangkat dari fondasi gagasan yang utuh. Karena itu, yang dibutuhkan PMKRI hari ini adalah pemimpin yang mampu menjawab kebutuhan organisasi sekaligus tantangan zaman,” kata Valerian.
Menurutnya, PMKRI membutuhkan sosok yang mampu mengubah keragaman menjadi kekuatan kolektif, menjaga persatuan tanpa mematikan perbedaan, serta tetap konsisten merawat proses kaderisasi. Selain itu, organisasi juga harus mampu mempertahankan relevansinya di tengah perubahan sosial, politik, dan teknologi yang berlangsung sangat cepat.
Dalam konteks tersebut, Valerian menilai Ketua PMKRI Denpasar periode 2022-2023, Alexandro Rolandi merupakan salah satu figur yang layak dipertimbangkan untuk memimpin PMKRI di tingkat nasional. Penilaian itu didasarkan pada pengalaman Rolan dalam memimpin organisasi di tingkat cabang dan kemampuannya memahami dinamika kaderisasi.
“Pengalaman memimpin di cabang ibarat aliran sungai yang menempa seseorang memahami dinamika organisasi dan manusia. Namun menjadi Ketua Pengurus Pusat PMKRI adalah lautan yang jauh lebih luas. Di sanalah kemampuan seorang pemimpin diuji, bukan hanya untuk memimpin organisasi, tetapi juga memimpin perbedaan,” ujarnya.
Valerian berharap Kongres dan MPA PMKRI di Ruteng dapat menghasilkan kepemimpinan yang mampu memperkuat soliditas organisasi sekaligus membawa PMKRI tetap relevan dalam menjawab berbagai persoalan kebangsaan dan kemasyarakatan di masa mendatang.
Editor : Chellz


Tinggalkan Balasan