LABUAN BAJO – Pergantian kepemimpinan di tubuh TNI Angkatan Laut di Labuan Bajo bukan sekadar rotasi jabatan rutin, melainkan momentum strategis untuk memperkuat sinergi keamanan laut di wilayah yang didominasi perairan. Hal ini mengemuka dalam serah terima jabatan (sertijab) Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Labuan Bajo yang dihadiri Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, Selasa (14/4/2026).

Upacara yang digelar di halaman Kantor Bupati Manggarai Barat itu dipimpin Komandan Komando Daerah TNI AL VII, Joni Sudianto, yang menegaskan bahwa regenerasi kepemimpinan di tubuh TNI AL memiliki makna strategis dalam menjaga kesinambungan organisasi. Dalam prosesi tersebut, Ardian Widjanarko Djajasaputra resmi menyerahkan jabatan kepada AAN Harminanto sebagai Danlanal Labuan Bajo yang baru.

Pergantian ini juga menandai pergeseran tugas strategis di lingkungan TNI AL. Ardian akan melanjutkan penugasan di KRI Tanjung Kambani, sementara AAN Harminanto sebelumnya bertugas di KRI Teluk Kupang pada jajaran Satfiv Koarmada II. Rotasi ini, menurut Laksda Joni, merupakan bagian dari upaya penyegaran organisasi sekaligus memberi ruang bagi lahirnya inovasi baru dalam tubuh institusi pertahanan laut.

Lebih jauh, Joni menekankan posisi penting pangkalan TNI AL sebagai ujung tombak pertahanan negara di wilayah maritim. Dalam konteks Labuan Bajo dan Manggarai Barat, peran ini menjadi semakin krusial mengingat wilayahnya yang didominasi perairan dan berbatasan dengan jalur strategis pelayaran. Ia mendorong agar Lanal Labuan Bajo terus memperkuat kerja sama lintas sektor, khususnya dalam penegakan hukum di laut.

Sorotan terhadap pentingnya kolaborasi juga disampaikan Bupati Edistasius Endi. Dalam sambutannya, ia menggarisbawahi tantangan geografis Manggarai Barat yang memiliki luas wilayah sekitar 9.640 kilometer persegi, dengan hampir 70 persen berupa laut. Kondisi ini, menurutnya, menuntut kerja kolektif antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh pemangku kepentingan.

“Tidak ada satu pihak pun yang bisa bekerja sendiri. Kesejahteraan masyarakat hanya bisa dicapai melalui kebersamaan dan sinergi,” tegasnya.

Bupati juga menilai kepemimpinan Ardian selama ini berhasil membangun hubungan harmonis lintas institusi. Ia menyebut pendekatan yang humanis dan komunikatif menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas daerah yang juga merupakan destinasi pariwisata super prioritas nasional.

Kepada Danlanal yang baru, AAN Harminanto, Bupati berharap kesinambungan program dan penguatan kolaborasi tetap menjadi prioritas. Ia menaruh harapan besar agar stabilitas keamanan laut tetap terjaga, terutama dalam mendukung sektor pariwisata dan aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.

Acara sertijab ini turut dihadiri jajaran pejabat TNI AL wilayah timur, unsur Forkopimda Manggarai Barat, pimpinan instansi vertikal, serta perwakilan BUMN dan BUMD. Rangkaian kegiatan ditutup dengan acara pisah sambut yang berlangsung di Aula Setda, menandai transisi kepemimpinan yang diharapkan membawa energi baru bagi penguatan keamanan dan pembangunan kawasan maritim di Labuan Bajo.**