Inside-Flores.com | Labuan Bajo – Ratusan warga yang tergabung dalam Kelompok Peduli Tanah Negara dan Perdamaian Manggarai Barat (Mabar) melakukan demonstrasi terkait dugaan penguasaan tanah negara di Keranga, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (7/4/2026).
Para pendemo melakukan aksi di tiga titik diantaranya di Kantor Kejaksaan Negeri Manggarai Barat, Pengadilan Negari Manggarai Barat dan Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Manggarai Barat.
Dalam pernyataan terbuka, para pendemo menyatakan terdapat indikasi perampasan tanah negara oleh pihak tertentu. Mereka mengaku mengantongi dokumen yang mengarah pada dugaan transaksi jual beli atas lahan yang berstatus milik negara.
Koordinator aksi, Florianus Surion Adu dalam pernyataan sikapnya menyatakan terdapat sejumlah fakta yang menjadi dasar tuntutan massa aksi.
Ia menjelaskan terdapat Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) tertanggal 29 Januari 2014 yang dibuat melalui notaris dan diduga menjadi dasar transaksi antarindividu atas lahan tersebut.
“Lalu ada putusan perkara perdata yang disebut mengesahkan penguasaan perorangan atas objek tanah yang diduga merupakan tanah negara,” katanya.
Lebih lanjut, pihaknya juga menyoroti dokumen lama, seperti surat alas hak tertanggal 10 Maret 1990 atas nama Nasar Bin Haji Supu serta surat jual beli 2 Mei 1990 kepada Nikolaus Naput. Dalam dokumen itu, batas timur lahan disebut berbatasan langsung dengan tanah negara.
Indikasi lain, kata dia, terlihat dari gambar ukur yang diterbitkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) atas nama pihak tertentu. Di lokasi yang disengketakan juga disebut telah berdiri bangunan sementara, pagar, hingga aktivitas alat berat.
“Kami juga meminta segera memasang plank bahwa itu tanah negara,” katanya.
Menanggapi demonstrasi itu, ketiga lembaga menerima para demonstran dengan baik serta menampung seluruh aspirasi dan mempelajari dokumen yang diserahkan para pendemo.
Sementara itu, demostrasi yang dikawal personel gabungan Polres Manggarai Barat dan Satuan Polisi Pamong Praja Manggarai Barat itu berjalan dengan damai dan lancar. (*)


Tinggalkan Balasan