Nagekeo, NTT – Dalam rangka Bulan Bakti Gotong Royong, Pemerintah Kecamatan Boawae bersama sejumlah pemangku kepentingan menggelar kegiatan penanaman 500 anakan bambu dan 300 anakan gayam di Mata Air Dhuga, Desa Leguderu, Jumat (23/1/2026).
Kegiatan ini melibatkan berbagai stakeholder, di antaranya Plan Indonesia PIA – Nagekeo, Yayasan Bambu Lestari, Koramil Boawae, Batalion Wakangamere, SMA St. Fransiskus Xaverius, SMK St. Isodorus, serta pemerintah desa setempat.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Nagekeo dan Dinas Lingkungan Hidup, sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pelestarian lingkungan dan perlindungan sumber daya air.
Aksi penanaman ini mengusung tema Pertobatan Ekologis, yang menekankan pentingnya perubahan sikap manusia dalam mencintai dan menjaga alam sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan sosial.
Camat Boawae, Vitalis Bay, mengatakan tema tersebut selaras dengan seruan untuk membangun kesadaran ekologis di tengah masyarakat.
“Dalam bulan gotong royong ini kami mengusung tema pertobatan ekologi karena sejalan dengan seruan untuk mencintai alam. Kegiatan ini menjadi bentuk pertobatan dan cinta terhadap lingkungan,” ujarnya.
Ia menambahkan, Mata Air Dhuga merupakan salah satu sumber air utama yang menopang kehidupan masyarakat setempat, sehingga perlu dijaga secara bersama-sama melalui upaya penghijauan.
“Mata air Dhuga adalah suplai air yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat. Kita menanam bambu dan gayam agar sumber air tetap terjaga dan tidak berkurang,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kecamatan Boawae berharap kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan semakin meningkat, sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam menjaga keberlanjutan sumber daya alam di Kabupaten Nagekeo.
Gerakan ini juga sejalan dengan semangat Gereja Katolik di Flores, khususnya Keuskupan Agung Ende, yang selama beberapa tahun terakhir aktif mengampanyekan kepedulian terhadap lingkungan hidup sebagai bagian dari tanggung jawab iman. Seruan tersebut sejalan dengan pesan Paus Fransiskus yang mendorong umat manusia untuk melakukan pertobatan ekologis, yaitu perubahan sikap dan perilaku dalam merawat bumi sebagai rumah bersama.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga mata air dan ekosistem semakin meningkat, sekaligus menjadi langkah nyata dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Nagekeo.


Tinggalkan Balasan