LAMBALEDA — Tim SAR Gabungan mengevakuasi satu jenazah korban bencana tanah longsor di Kampung Pau, Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (26/1/2026). Evakuasi jenazah memakan waktu sekitar 30 menit dari lokasi longsor menuju posko SAR.
Korban yang ditemukan merupakan Lusia Resen (54). Setelah proses identifikasi oleh pihak Puskesmas dan Inafis Polres Manggarai Timur, jenazah langsung dihantar ke kampung halamannya di Munta, Desa Compang Weluk, Kecamatan Lamba Leda Selatan, untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Maumere, Fathur Rahman, mengatakan penemuan jenazah terjadi pada hari keempat operasi pencarian terhadap dua warga yang tertimbun longsoran sejak peristiwa bencana pada 22 Januari 2026.
“Setelah menerima laporan dari tim di lapangan, korban langsung dievakuasi dan dibawa ke puskesmas untuk identifikasi bersama Inafis Polres Manggarai Timur,” ujar Fathur Rahman.
Satu Korban Masih Dalam Pencarian
Hingga saat ini, satu korban lainnya, Yustianus Mira (18), warga Desa Goreng Meni, masih dalam proses pencarian. Tim SAR Gabungan terus melanjutkan operasi meski menghadapi cuaca tidak menentu dan medan yang berat.
Keluarga korban bersama masyarakat Desa Goreng Meni berharap pencarian tetap dilanjutkan dalam beberapa hari ke depan hingga korban terakhir berhasil ditemukan.
“Meski terdapat hambatan di lapangan, kami tetap melanjutkan pencarian sampai korban terakhir ditemukan,” tegas Fathur.
Wakil Bupati Manggarai Timur, Tarsisius Syukur, turut hadir meninjau langsung lokasi bencana. Ia bertemu warga terdampak, menyampaikan belasungkawa, serta mengikuti doa bersama di lokasi kejadian sebelum kembali ke Borong.
Dalam keterangannya, Tarsisius meminta Tim Gabungan TNI, Polri, dan Basarnas untuk tetap mengutamakan keselamatan selama proses pencarian berlangsung.
“Saya harap Tim Gabungan tetap waspada dalam melakukan pencarian agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan bersama,” kata Tarsisius Syukur.
Ia juga mengimbau masyarakat Desa Goreng Meni agar meningkatkan kewaspadaan dalam aktivitas sehari-hari guna menghindari potensi bencana susulan.
“Warga juga harus selalu waspada. Saat beraktivitas, perhatikan situasi dan kondisi cuaca agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari,” ujarnya.
Kronologi Singkat Kejadian
Tanah longsor terjadi pada Rabu, 22 Januari 2026, dipicu curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Lamba Leda sejak pagi hingga malam. Lereng bukit di sekitar permukiman warga menjadi labil dan runtuh, menimbun rumah penduduk.
Dua warga dilaporkan tertimbun longsoran. Upaya pencarian awal oleh warga dilakukan secara manual, namun terhambat kondisi cuaca ekstrem dan ketebalan material longsor. Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke pihak berwenang hingga Tim SAR Gabungan diterjunkan untuk melakukan operasi pencarian dan evakuasi.
Hingga berita ini diturunkan, pencarian terhadap satu korban masih terus dilakukan.
Editor : Chellz


Tinggalkan Balasan