LABUAN BAJO – Nicolas Pinoteli resmi terpilih sebagai Mandataris Rapat Umum Anggota Cabang (RUAC), Formatur Tunggal, sekaligus Ketua Presidium Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Labuan Bajo Sanctus Fransiskus Asisi untuk periode 2026–2027.
Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik eLBajo Commodus itu terpilih dalam forum RUAC yang berlangsung di Aula Gedung Pramuka SMIP Labuan Bajo, pada 13–14 Oktober 2026, mengalahkan dua kader lainnya, yakni Etri Jeni dan Igen Raho.
Pinoteli akan menggantikan Ketua Presidium sebelumnya, Fransiska Heldiana Juita. Berdasarkan informasi yang disampaikan, Fransiska dilantik pada 15 Desember 2015.
Usai ditetapkan sebagai mandataris, Pinoteli menegaskan kepemimpinannya ke depan akan diarahkan pada penguatan pembinaan kader, konsolidasi organisasi, serta konsistensi PMKRI dalam menjalankan fungsi kontrol sosial di tengah dinamika pembangunan daerah.
Pinoteli akan membawa PMKRI Labuan Bajo mengawal perkembangan pariwisata Labuan Bajo yang terus bertumbuh sebagai destinasi pariwisata super prioritas nasional.
Menurutnya, kemajuan pariwisata tidak boleh hanya diukur dari peningkatan kunjungan wisatawan, pembangunan fasilitas, dan pertumbuhan investasi. Perkembangan tersebut juga perlu dilihat dari sejauh mana masyarakat lokal memperoleh manfaat ekonomi, akses terhadap peluang kerja, serta ruang untuk mempertahankan identitas budaya dan ekologi.
Dalam konteks itu, mahasiswa memiliki tanggung jawab intelektual dan moral untuk menyampaikan kritik yang konstruktif, mengawal kebijakan publik, serta mendorong pembangunan pariwisata yang berkeadilan dan berkelanjutan.
”Kaum intelektual muda perlu mengambil bagian melalui kajian, advokasi, dialog dengan pemerintah dan pelaku usaha, serta keterlibatan langsung dalam menjawab persoalan masyarakat,” ujarnya.
Sebagai organisasi yang menggunakan nama Sanctus Fransiskus Asisi, PMKRI Cabang Labuan Bajo juga memiliki ruang refleksi untuk menghidupkan nilai-nilai Santo Fransiskus Asisi dalam mengawal pembangunan pariwisata.
Spiritualitas Santo Fransiskus Asisi dikenal melalui kesederhanaan, persaudaraan universal, kepedulian terhadap kaum kecil, serta penghormatan terhadap alam sebagai bagian dari ciptaan Tuhan.
Nilai-nilai tersebut relevan dengan tantangan pariwisata Labuan Bajo yang bertumpu pada kekayaan alam, bentang laut, keanekaragaman hayati, dan kehidupan masyarakat lokal.
“Pariwisata tidak semestinya hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga perlu menempatkan kelestarian lingkungan, martabat manusia, dan kesejahteraan masyarakat sebagai bagian penting dari pembangunan,” tegasnya.
Pinoteli menyebut spirit Fransiskus Asisi dapat menjadi landasan moral bagi kader PMKRI Labuan Bajo untuk mendorong pariwisata yang lebih manusiawi, ramah lingkungan, inklusif, dan menghargai kehidupan masyarakat setempat.
Dengan demikian, kehadiran PMKRI Labuan Bajo tidak berhenti pada kegiatan penguatan internal organisasi, tetapi juga diwujudkan melalui kontribusi nyata dalam mengawal pembangunan daerah.
Biodata Singkat

Nicolas Pinoteli lahir di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Ia menempuh pendidikan dasar di SDI Wae Mata, kemudian melanjutkan pendidikan menengah di SMP Negeri Pacar.
Setelah itu, Nicolaus melanjutkan pendidikan di Seminari Yohanes Paulus II Labuan Bajo dan sempat menjalani masa novisiat di Biara Xaverian, Bintaro, Jakarta. Ia kemudian memutuskan mengundurkan diri dari kehidupan biara dan melanjutkan pendidikan tinggi pada program Akuntansi Terapan di Elbajo Commodus, Labuan Bajo.
Dalam perjalanan pendidikannya, Nicolaus memiliki pengalaman di lingkungan pendidikan umum dan pembinaan hidup religius. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan pribadinya dalam mengembangkan diri dan berkontribusi bagi masyarakat.**


Tinggalkan Balasan