Labuan Bajo – Penyataan Ketua DPD Nasdem Manggarai Barat Yopi Widyanti soal buruknya kualitas beras Lembor menuai kejaman Netizen. Netizen meminta Yopi tidak menjelekkan beras Lembor.

“Ibu Yopi, Ibu kalau mau impor beras dari luar nga apa-apa, tapi jangan menjelekkan beras Lembor Bu Yopi,” tulis account Pendyk Hersin pada Laman Facebook.

“Sebelum pemilu mengemis ke rakyat memohon suara rakyat. Setelah menduduki jabatan bukannya menyampaikan aspirasi rakyat malah menyempotkan bisa beracun ke rakyat,” tulis Account lainnya Risno Hardi.

Kecaman yang sama juga diungkapkan Anggota DPRD Innocentius Peni. Peni nilai pernyataan Ketua DPD Nasdem Manggarai Barat itu dapat mengganggu petani Lembor.

“Petani sudah susah dapat harga bagus diperparah lagi dengan berita yang begini,” kata Peni kesal.

Peni membantah penilaian Yopi. Menurutnya masih banyak beras Lembor miliki kualitas bagus. Karena itu Peni meminta Yopi tidak menggeneralisir kualitas beras Lembor secara keseluruhan.

“Mungkin yang ibu Yopi alami hanya dari satu dua petani yang ibu beli berasnya. Saya juga tiap hari makan beras dari Lembor dan kualitasnya tetap bagus. Mungkin tujuan kaka Yopi baik agar dinas punya perhatian terhadap pertanian kita di Lembor, tapi pernyataan terbuka ini membuat image beras Lembor jadi turun.

Sementara itu, ketika dihubungi Yopi mengaku telah memberikan penjelasan dengan baik. “Saya kira, saya sudah memberikan penjelasan secara baik,” tulis Yopie melalui WhatsApp Messenger

menjawab konfirmasi media ini, Kamis (20/3/2025).

Sebelumnya, Ketua DPD Partai Nasdem itu menilai kualitas beras dari persawahan Lembor buruk

Terlihat dari warna beras kecoklat-kecoklatan serta kalau dimasak rasanya pahit.

Pernyataan itu disampaikan Yopi pada sidang Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati Mabar 2024, di ruang rapat internal dewan setempat di Labuan Bajo, Senin (17/3/2025) lalu.

“Pa Kadis, ini curhat saja. Dulu Lembor itu lumbung beras NTT. Tetapi akhir-akhir ini makan beras Lembor itu pahit. Warna berasnya coklat-coklat Kenapa ini pa Kadis?,” tanya Anggota DPRD Manggarai Barat itu, kepada Kepala Dinas (Kadis) Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan) Laurensius Halu.

 

Editor: Chelz