LABUAN BAJO — Aktivitas gotong royong terlihat di jalur penghubung Werang–Paku, tepatnya di kawasan Tuke Wae Bongko dan Tuke Haju Satar, Kecamatan Sano Nggoang, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada Senin pagi.

Sejak pukul 10.00 Wita, personel Kepolisian Sektor Sano Nggoang bersama Pemerintah Kecamatan serta warga Desa Golo Manting dan Desa Sano Nggoang mulai melakukan kerja bakti perbaikan jalan. Kegiatan difokuskan pada penambalan sejumlah titik jalan yang berlubang dan mengalami kerusakan.

Jalur Werang–Paku merupakan akses utama yang digunakan masyarakat untuk mobilitas antarwilayah. Jalan ini juga menjadi penghubung bagi warga yang menuju Desa Golo Mbu serta kawasan Labuan Bajo.

Di lokasi kegiatan, personel kepolisian, aparat pemerintah, dan warga terlihat bekerja secara bergantian. Sebagian warga mengangkut material berupa batu dan pasir, sementara lainnya mencampur semen dan meratakan permukaan jalan yang berlubang.

Kapolsek Sano Nggoang, IPDA Risbel Pandiangan, S.IP., yang hadir di lokasi, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya bersama dalam meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

“Kami melihat kondisi jalan di Tuke Wae Bongko dan Tuke Haju Satar ini cukup membahayakan pengguna jalan jika terus dibiarkan. Oleh karena itu, hari ini Polri bersama unsur Pemerintah Kecamatan dan desa berinisiatif mengajak warga untuk bergerak bersama,” ujarnya di sela kegiatan.

Kegiatan ini juga melibatkan unsur pemerintah kecamatan yang dipimpin langsung oleh Camat Sano Nggoang bersama staf dan personel Satuan Polisi Pamong Praja. Kehadiran aparat pemerintah dilakukan untuk mendukung pelaksanaan kerja bakti serta memastikan koordinasi antarwilayah berjalan lancar.

Camat Sano Nggoang menyampaikan bahwa jalur tersebut memiliki peran penting dalam aktivitas ekonomi masyarakat, terutama untuk distribusi hasil pertanian dari desa menuju pasar di Labuan Bajo.

“Jalan ini adalah akses utama warga Desa Golo Manting dan Sano Nggoang untuk memasarkan hasil bumi ke Labuan Bajo. Kondisi jalan yang baik dapat memperlancar mobilitas serta mempersingkat waktu tempuh,” ujarnya.

Warga dari kedua desa tampak terlibat aktif dalam kegiatan tersebut. Mereka bekerja secara berkelompok untuk mempercepat proses penambalan jalan, khususnya pada titik-titik yang selama ini kerap dikeluhkan pengguna kendaraan.

Salah satu warga Desa Golo Manting, Markus, mengatakan bahwa perbaikan jalan tersebut membantu meningkatkan kenyamanan saat berkendara, terutama di jalur menanjak seperti di Tuke Haju Satar.

“Kalau jalan sudah diperbaiki, perjalanan jadi lebih aman, apalagi saat membawa muatan,” katanya.

Setelah beberapa jam pengerjaan, sejumlah bagian jalan yang sebelumnya berlubang telah tertutup dan dapat dilalui dengan lebih baik. Material tambalan diratakan untuk menyesuaikan permukaan jalan yang ada.

Kegiatan kerja bakti ini berlangsung hingga siang hari dengan melibatkan puluhan warga dan aparat. Jalur yang diperbaiki kembali digunakan oleh kendaraan roda dua dan roda empat yang melintas di kawasan tersebut.

 

Editor : Chellz