Labuan Bajo– Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma meradang saat mendapatkan kondisi Pulau Purung di Desa Warloka, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat dibiarkan begitu saja oleh PT Komodo Kawisata, tanpa pembangunan apapun.
Padahal, aset milik Provinsi NTT itu telah diserahkan pengelolaannya kepada investor PT Komodo Kawisata Pratama melalui skema kerjasama selama 30 tahun.
Asadoma mengaku menyaksikan sendiri investor belum melakukan pembangunan apapun dikawasan tersebut saat berkunjung, Jumat (21/3/2025) lalu.
Asasdoma menegaskan kontrak kerjasama dengan investor untuk pembangunan resort di Pulau Purung di utara Labuan Bajo itu bisa diputuskan.
Langkah itu akan ditempuh pemerintah provinsi jika sampai tahun Agustus 2026 belum ada pembangunan apapun.
“Ini melewati perjanjian masa konstruksi. Sesuai dengan perjanjian bahwa jika hingga Agustus 2026 tidak ada pembangunan, maka akan dilakukan pemutusan kontrak kerja sama,” tegas Asadoma.
Kepala BPAD Provinsi NTT Alexon Lumba melaporkan Pengelolaan Pulau Purung dikerjasamakan oleh PT. Komodo Kawisata dan Pemerintah Provinsi NTT dengan pola kerja sama pemanfaatan selama 30 tahun.
Alexon juga mengatakan Pulau Purung telah direncanakan sebagai lokasi pembangunan resort. “Namun hingga saat ini belum ada pembangunan apapun di kawasan tersebut,”kata Alexon
Laiskodat Ikut Dipermalukan

Sementara sebelumnya, PT Komodo Kawisata Pratama pada Oktober 2021 pernah mengundang Gubernur NTT, Viktor B. Laiskodat melakukan peletakan batu pertama pembangunan Marina dan Resort di Pulau Purung.
Purung Marina Resort sendiri adalah resort yang akan dibangun dengan mangrove beach, fasilitas marina yacht, spa and wellness retreat, specialty restaurant, venue pertemuan, dan sejumlah villa private di atas air maupun di darat.
Konsep pembangunan Marina Resort sendiri adalah ramah lingkungan dimana juga akan menampilkan kearifan lokal dan unsur-unsur tradisional khas NTT dan direncanakan akan tuntas dibangun tahun 2023. Namun rencana tersebut tidak pernah terealisasi hingga kini.
“Gubernur hadir di sini juga memberikan pesan kepada investor, jangan datang peletakan baru pertama lalu hilang karena yang letakan batu pertama adalah gubernur. Itu mempermalukan gubernur kalau tidak jadi,” kata Viktor B. Laiskodat, saat melakukan peletakan batu pertama Purung Marina Resort, Jumat 8 Oktober 2021 silam.
Editor : Chellz


Tinggalkan Balasan