DENPASAR – Ikatan Keluarga Manggarai Barat (IKAMABAR) Bali menyerahkan proposal pembangunan rumah singgah bagi pasien asal Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), kepada Anggota DPRD Manggarai Barat, Saleh Muhidin, di Amaris Hotel, Denpasar, Bali, Kamis (22/10/2026).

Usulan ini dilatarbelakangi kesulitan pasien dan keluarga pendamping mendapatkan tempat tinggal sementara dengan biaya terjangkau selama menjalani pengobatan di Bali.

Keterbatasan fasilitas kesehatan di Labuan Bajo membuat sejumlah pasien harus dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan penanganan medis. Selain menghadapi proses pengobatan, pasien dan keluarga juga harus menanggung biaya penginapan serta kebutuhan hidup selama berada di Bali.

Ketua IKAMABAR Bali, Dominikus Ngabut, mengatakan kesehatan merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, persoalan tempat tinggal selama menjalani pengobatan perlu mendapat perhatian, terutama bagi keluarga dengan kemampuan ekonomi terbatas.

“Persoalan tempat tinggal ini menjadi semakin berat bagi masyarakat yang berasal dari keluarga dengan kemampuan ekonomi terbatas,” ujar Dominikus.

Menurutnya, pasien yang menjalani kontrol medis secara berkala terkadang membutuhkan waktu tinggal cukup lama di Bali. Kondisi tersebut menambah beban pengeluaran keluarga yang sedang berupaya memenuhi kebutuhan pengobatan.

Ketua Tim Kajian Pembangunan Rumah Singgah di Bali, Stanislaus Tanje, mengatakan usulan tersebut lahir dari pergumulan warga Manggarai Barat yang merantau di Bali dan melihat kebutuhan pasien beserta keluarga pendamping.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dapat menghadirkan rumah singgah sebagai fasilitas sosial untuk membantu pasien yang membutuhkan tempat tinggal sementara selama menjalani perawatan.

“Rumah singgah tersebut diharapkan dapat menjadi fasilitas sosial yang menyediakan tempat tinggal sementara bagi pasien dan pendamping yang membutuhkan selama menjalani pengobatan,” ungkap Stanislaus.

DPRD Mabar Siap Kawal Usulan

Anggota DPRD Manggarai Barat, Saleh Muhidin, mengapresiasi inisiatif IKAMABAR Bali yang memperjuangkan kebutuhan pasien asal Manggarai Barat.

Ia menyatakan akan mengawal aspirasi tersebut agar mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.

Menurut Saleh, Fraksi Nurani Sejahtera sebelumnya telah menyampaikan pentingnya pembangunan rumah singgah pasien kepada Bupati Manggarai Barat melalui pemandangan umum fraksi dalam rapat paripurna DPRD.

“Saat ini Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat sedang mengkaji usulan tersebut. Mudah-mudahan bisa segera terealisasi,” kata Saleh.

Ia juga mengaku sedang membangun komunikasi dengan anggota fraksi lain di DPRD Manggarai Barat untuk menghimpun dukungan terhadap rencana pembangunan fasilitas tersebut.

“Saya akan berusaha dan berjuang melobi teman-teman di fraksi lain agar usulan ini menjadi perjuangan bersama seluruh jajaran DPRD Manggarai Barat,” tegasnya.

Saleh berharap masyarakat Manggarai Barat di Bali terus mendukung upaya tersebut agar rencana pembangunan rumah singgah dapat direalisasikan.

Keberadaan rumah singgah diharapkan dapat membantu meringankan beban pasien dan keluarga, khususnya warga kurang mampu yang harus menjalani pengobatan di Bali.

 

Editor : Chellz