Floresinside.com- Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk berdigital dalam pengembangan usaha.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan Transformasi dan penguatan ekosistem digital akan menjadi hal penting untuk diterapkan di tanah air.
Akselerasi digitalisasi dari kota hingga desa menurut Sandiaga merupakan kunci upaya percepatan pemulihan dan peningkatan daya saing ekonomi nasional, termasuk dalam meningkatkan produktivitas dan kinerja UMKM.
“Dengan menggunakan teknologi digital secara optimal dalam menjalankan bisnisnya, UMKM bisa memperoleh sejumlah manfaat, antara lain akan mampu menjangkau basis konsumen yang lebih besar, meningkatkan pendapatan, memudahkan monitoring aktivitas usaha, serta menurunkan biaya, khususnya biaya pemasaran, logistik, dan pengiriman,” Kata Sandi beberapa waktu lalu di Labuan Bajo.
Dia juga menambahkan harapanya agar dari kegiatan ini bisa menjadi langkah strategis dalam menciptakan 4,4 juta lapangan pekerja di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, serta pihaknya saat ini juga sedang mengusahakan agar beberapa event Internasional bisa diselenggarakan di Labuan Bajo tahun ini.
“Kita berkomitmen untuk lakukan langkah kongkrit agar Labuan Bajo tahun ini meningkat kunjungannya sedang dicari beberapa event internasional juga di level regional yang bisa kita selenggarakan di Labuan Bajo”, ujarnya.
Dikesempatan yang sama Head of Public Policy & Government Relations, TikTok Indonesia, Firry Wahid mengatakan TikTok elah meluncurkan program TikTok Jalin Nusantara sebagai komitmen untuk terus mendukung pelaku UMKM dengan dengan keterampilan digital.
Program TikTok Jalin Nusantara ini menargetkan 64 juta UMKM yang tersebar selurub wilayah Nusantara, 60 persen tersebar di Pulau Jawa dan sebelahnya di seluruh pelosok Nusantara, dari UMKM inilah yang akan menciptakan 97 persen lapangan pekerjaan, dan semua masuk dalam target dari 30 juta sudah mengalami digitalisasi dalam program bangga buatan Indonesia.
Menparekraf Sandiaga juga menjelaskan program ini akan memberikan pelatihan keterampilan digital di 19 titik di Indonesia yakni, 10 sentra ekonomi kreatif, dan 9 destinasi pariwisata.
“10 sentra ekonomi kreatif (Samosir, Pekanbaru, Tangerang, Semarang, Yogyakarta, Malang, Banyuwangi, Balikpapan, Labuan Bajo, Jayapura), dan 9 destinasi pariwisata (Desa Wisata Lumban Suhi-Suhi Toruan, Desa Wisata Jangga Dolok, Desa Wisata Raya Seribu Bunga, Desa Wisata Sait Buttu Asri, Desa Wisata Kampung Warna Warni Tiga Rihit, Desa Wisata Lumban Bulbul, Desa Wisata Golo Loni, Ekraf Victory, dan Desa Wisata Ululoga)”, ujarnya.Sebagai salah satu upaya mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif berbasis digital di Indonesia, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) jalin kerja sama dengan platform TikTok dan meluncurkan program “Jalin Nusantara”. **


Tinggalkan Balasan