MALANG – Seorang mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT) tewas dalam aksi tawuran yang terjadi di Jalan Telaga Warna, Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Sabtu (27/12/2025) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB. Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab bentrokan tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, tawuran melibatkan puluhan orang dari dua kelompok mahasiswa yang berasal dari wilayah Indonesia Timur. Insiden ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka.

Salah satu warga sekitar lokasi, Rudi, mengaku tidak mengetahui secara pasti pemicu tawuran. Namun, keributan yang disertai teriakan membuat warga keluar rumah untuk melihat situasi.

“Awalnya tidak tahu penyebabnya apa. Tiba-tiba terdengar teriakan ramai, lalu terlihat banyak orang berlarian dan saling mengejar,” ujar Rudi.

Sejumlah warga sempat merekam kejadian tersebut dan mengunggahnya ke media sosial. Akibat tawuran itu, dua korban luka dilarikan ke RSI Aisyiyah Unisma dan RS Universitas Muhammadiyah (UMM) Kota Malang untuk mendapatkan perawatan medis.

Sementara itu, satu korban meninggal dunia diketahui bernama Ako Koiki Nyuru (23), mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di Malang. Jenazah korban dibawa ke Instalasi Kedokteran Forensik (IKF) RSSA Malang untuk dilakukan autopsi. Sejumlah rekan korban tampak menunggu di RSSA Malang.

Petugas gabungan dari Polsek Lowokwaru dan Polresta Malang Kota masih berjaga di lokasi kejadian serta di RSSA Malang guna menjaga keamanan dan mencegah bentrokan lanjutan.

Kapolsek Lowokwaru, Kompol Anang Tri Hananta, membenarkan adanya peristiwa tawuran antar-mahasiswa tersebut. Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian masih mendalami kasus tersebut, termasuk motif dan pihak-pihak yang terlibat.

“Kami masih melakukan penyelidikan terkait pemicunya. Korban dari kedua belah pihak, satu orang meninggal dunia dan dua lainnya luka-luka,” ujar Anang.

Korban meninggal dunia berinisial AKN (23), sementara dua korban luka masing-masing berinisial DKG (24) dan OKB (23). Ketiganya diketahui merupakan mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur.

 

Editor : Chellz