LABUAN BAJO – The Golo Mori kembali menegaskan posisinya sebagai destinasi pariwisata yang terus berkembang. Sepanjang 2025, kawasan ini mencatat kunjungan sebanyak 28.406 pengunjung, melampaui target yang ditetapkan ITDC. Realisasi kunjungan bahkan mencapai 139% pada Semester I dan 140% pada Semester II, menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten.

Kinerja positif ini menjadi bagian dari catatan gemilang InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) secara keseluruhan. Selain The Golo Mori di NTT, ITDC juga mengelola The Nusa Dua di Bali dan The Mandalika di NTB, yang masing-masing mencatat pertumbuhan signifikan dalam jumlah kunjungan dan tingkat hunian hotel sepanjang tahun 2025.

Plt. Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, menekankan peran strategi aktivasi kawasan dalam mendorong angka kunjungan. “Melalui penyelenggaraan event berskala menengah hingga besar dan pengelolaan destinasi yang terarah, The Golo Mori berhasil meningkatkan daya tarik sebagai destinasi MICE sekaligus memberikan dampak positif terhadap ekonomi lokal,” ujarnya.

Dengan pertumbuhan kunjungan yang terus meningkat, The Golo Mori diharapkan semakin menjadi destinasi unggulan NTT, sekaligus memperkuat posisi Labuan Bajo sebagai hub pariwisata berskala nasional dan internasional.

Destinasi lainnya seperti The Nusa Dua, rata-rata tingkat hunian hotel sepanjang 2025 tercatat sebesar 76,93%, meski menghadapi penurunan aktivitas MICE dan perjalanan dinas di awal tahun. Jumlah kunjungan di kawasan ini meningkat dari sekitar 3,2 juta pada 2024 menjadi hampir 3,8 juta pada 2025, atau tumbuh 18,5%.

Sementara itu, The Mandalika mencatat rata-rata tingkat hunian hotel sebesar 55% dengan total kunjungan lebih dari 1,4 juta pengunjung. Puncak kunjungan terjadi pada Juli hingga Agustus, seiring digelarnya berbagai event nasional dan internasional, serta momentum libur sekolah, yang turut memperkuat efek berganda terhadap sektor pariwisata dan ekonomi lokal.

“Capaian kinerja ketiga kawasan ini menegaskan efektivitas strategi ITDC sebagai Master Developer dan Asset Manager destinasi pariwisata Indonesia. Ke depan, kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan, memperkuat pengembangan event dan amenitas berstandar internasional, serta mendorong panjang tinggal dan pengeluaran wisatawan yang lebih tinggi,” tutup Ahmad Fajar.

 

Editor : Chellz