LABUAN BAJO – Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menutup sementara sejumlah objek wisata alam sebagai langkah antisipasi dampak buruk cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir. Penutupan ini dilakukan demi menjaga keselamatan dan keamanan wisatawan maupun masyarakat.
Objek wisata yang ditutup sementara meliputi Gua Rangko, Cunca Wulang, dan Pantai Mberenang. Kebijakan tersebut diumumkan secara resmi oleh Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan (Disparekrafbud) Kabupaten Manggarai Barat, menindaklanjuti Maklumat Pelayaran Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo.
KSOP Labuan Bajo sebelumnya telah memberlakukan larangan berlayar bagi seluruh kapal wisata, termasuk speed boat, akibat kondisi cuaca ekstrem. Larangan tersebut tertuang dalam Maklumat Pelayaran Nomor: 05/MP-I/2026 yang diterbitkan pada Senin, 12 Januari 2026.
Berdasarkan data prakiraan cuaca BMKG Direktorat Meteorologi Maritim periode 12–14 Januari 2026, terdapat tujuh lokasi wisata bahari unggulan yang menjadi perhatian khusus, yakni Manta Point, Gili Lawa Laut, Pulau Kanawa, Pulau Padar, Pulau Papagarang, Pulau Rinca, dan Pulau Sabolo.
Langkah preventif ini diambil untuk meminimalisasi risiko kecelakaan di kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Labuan Bajo. Pemerintah juga mengimbau para pelaku usaha pariwisata serta calon wisatawan agar menjadwalkan ulang perjalanan wisata hingga kondisi cuaca kembali aman.
Menindaklanjuti maklumat pelayaran tersebut, Pemkab Manggarai Barat melalui Disparekrafbud menetapkan penutupan sementara objek wisata darat mulai 14 hingga 15 Januari 2026.
“Penutupan ini dilakukan demi keselamatan dan keamanan wisatawan serta masyarakat,” demikian bunyi pengumuman resmi Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat.
Pemerintah memastikan seluruh objek wisata yang ditutup akan dibuka kembali setelah kondisi cuaca dinyatakan aman, berdasarkan informasi resmi dari BMKG.
Editor : Chelz


Tinggalkan Balasan