LABUAN BAJO – Malam perayaan ulang tahun ke-22 Paradise Bar, Labuan Bajo, Kamis (14/5/2026) malam ini, dipastikan berlangsung meriah. Musisi nasional Ipang Lazuardi akan tampil menghibur pengunjung dengan membawakan sembilan lagu andalannya dalam sebuah pertunjukan spesial yang dipadukan dengan nuansa rock, blues, dan nostalgia.
Dalam penampilannya malam ini, Ipang Lazuardi dijadwalkan membawakan lagu “Ga Ada Takutnya”, “Akhirnya Ith Cinta”, “Sahabat Kecil”, “Tentang Cinta”, “Hey”, “Sotoy”, “Berani”, “Sekali Lagi”, hingga “Ada yang Hilang”. Deretan lagu tersebut menjadi suguhan utama bagi para penonton yang akan memadati Paradise Bar.
Sebelum penampilan utama Ipang, suasana panggung akan lebih dahulu dipanaskan oleh band pembuka Ellen and Friends. Sementara penampilan Ipang akan diiringi langsung oleh Band Bulbabs yang siap menghadirkan atmosfer musik penuh energi sepanjang malam. Perayaan kemudian ditutup dengan penampilan spesial DJ Ixam Jaff yang akan membawa suasana pesta hingga larut malam.
Pelaku wisata Labuan Bajo, Stefan Rafael, mengatakan kehadiran Paradise Bar selama 22 tahun telah menjadi bagian penting dalam perkembangan wajah pariwisata Labuan Bajo, khususnya dalam menghadirkan ruang hiburan dan pertunjukan musik bagi wisatawan.
“Paradise Bar bukan hanya tempat hiburan malam. Tempat ini sudah menjadi bagian dari perjalanan pariwisata Labuan Bajo. Banyak wisatawan datang menikmati musik, bertemu orang dari berbagai negara, dan merasakan suasana Labuan Bajo di malam hari,” ujar Stefan Rafael.
Ia menilai, bertahannya Paradise Bar selama lebih dari dua dekade menunjukkan bahwa ruang hiburan memiliki kontribusi besar terhadap perkembangan destinasi wisata. Menurutnya, wisatawan tidak hanya mencari panorama alam, tetapi juga pengalaman sosial dan budaya saat berada di Labuan Bajo.
“Labuan Bajo tumbuh bukan hanya karena laut dan Komodo, tetapi juga karena orang-orang yang menjaga denyut kotanya tetap hidup. Paradise Bar menjadi salah satu ruang yang ikut membangun cerita itu selama bertahun-tahun,” katanya.
Menurut Stefan, perkembangan pariwisata tidak hanya diukur dari pembangunan hotel dan infrastruktur, tetapi juga dari hadirnya ruang kreatif dan hiburan yang mampu memberi pengalaman bagi wisatawan. Ia menilai Paradise Bar menjadi salah satu tempat yang konsisten menjaga atmosfer tersebut sejak awal perkembangan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata dunia.
Selama 22 tahun berdiri, Paradise Bar memang bukan sekadar tempat hiburan malam. Tempat ini telah menjadi salah satu ruang pertemuan wisatawan domestik, turis asing, musisi lokal, hingga pekerja pariwisata di Labuan Bajo. Dari masa ketika Labuan Bajo masih tumbuh sebagai kota kecil hingga menjadi destinasi wisata super prioritas, Paradise Bar tetap bertahan sebagai bagian dari denyut kehidupan malam dan budaya musik di kota ini.
Perayaan ulang tahun ke-22 ini sekaligus menjadi momentum untuk melihat bagaimana sebuah ruang musik lokal mampu bertahan dan tumbuh bersama perkembangan pariwisata Labuan Bajo selama lebih dari dua dekade.


Tinggalkan Balasan