LABUAN BAJO – Anggota Komisi III DPR RI, Benny K Harman, meminta jurnalis di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), tidak bersekutu dengan mafia tanah atau cukong yang memiliki kepentingan tersembunyi.

Pernyataan itu disampaikan Benny saat menggelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan dan Bernegara di Parlemen Hotel, Labuan Bajo, Sabtu (14/2). Dalam kegiatan tersebut, ia mengingatkan pentingnya independensi pers di tengah maraknya persoalan pertanahan di daerah destinasi pariwisata super prioritas tersebut.

“Ada itu wartawan dukung mafia tanah di Labuan Bajo,” kata Benny.

Wakil Ketua Badan Pengkajian MPR RI itu menegaskan, kritik terhadap penguasa merupakan bagian dari fungsi kontrol pers, namun harus diarahkan pada kebijakan, bukan serangan terhadap pribadi.

“Pers harus tetap independen. Kritik penguasa itu perlu, tetapi jangan menyerang pribadi. Fokus pada kebijakan dan kepentingan publik,” ujarnya.

Menurut Benny, apabila konstitusi dijadikan pedoman utama dan dilaksanakan secara konsisten, berbagai persoalan, termasuk konflik pertanahan, tidak perlu terjadi. Ia menyebut Undang-Undang Dasar 1945 sebagai rujukan mendasar yang harus dihayati seluruh elemen bangsa, termasuk tokoh masyarakat, tokoh agama, aparat penegak hukum, dan jurnalis.

“Konstitusi itu seperti kitab suci kehidupan berbangsa. Kalau kitab suci agama ditaruh di hati, maka konstitusi juga harus menjadi pegangan dalam menjalankan profesi, termasuk profesi jurnalis,” katanya.

Benny menegaskan, kebebasan menyatakan pendapat dan kebebasan pers dijamin dalam konstitusi. Wartawan tidak perlu takut menjalankan tugasnya sepanjang bekerja sesuai hukum dan etika jurnalistik. Ia juga mengingatkan agar jurnalis menjaga integritas dengan tidak memanipulasi informasi, tidak menyebarkan hoaks, serta tidak memproduksi konten yang mengandung kebencian.

“Pekerjaan jurnalistik adalah pekerjaan informasi yang suci. Jangan dikotori,” ujarnya.

Dalam konteks Labuan Bajo sebagai daerah yang plural dan menjadi ruang pertemuan berbagai suku serta masyarakat global, Benny menilai peran pers sangat strategis dalam menjaga harmoni sosial. Keberagaman dapat menjadi kekuatan produktif, namun juga berpotensi menimbulkan gesekan apabila tidak dikelola dengan bijak.

Ia mengingatkan agar wartawan bekerja secara hati-hati, mengedepankan prinsip keberimbangan, serta selalu melakukan konfirmasi kepada semua pihak terkait (cover both sides), terutama dalam isu-isu sensitif seperti konflik pertanahan.

Benny juga menyinggung adanya potensi intervensi terhadap media oleh kepentingan tertentu. Ia berharap jurnalis di Labuan Bajo tetap profesional, berlandaskan konstitusi, serta berperan aktif menjaga ruang publik yang sehat dan harmonis.

 

Editor : Chellz