Oleh: Sakti Kusumah
DALAM urusan pembelajaran, sejauh ini saya sepakat dengan optimisme Sal Khan terhadap kehadiran Artificial intelligence (AI). Sal telah melibatkan ChatGPT dalam menjalankan pendidikannya di Khan Academy, sebuah lembaga nirlaba yang memungkinkan semua anak di dunia ini mendapatkan pendidikan bermutu secara gratis, dan menurutnya AI bisa membuat aktivitas pembelajaran jauh lebih berkualitas.
AI, kata Sal, menjadikan pendidikan “kelas dunia” terjangkau oleh siapa saja.
Istilah kelas dunia ini berasal dari Sal Khan sendiri. Ia menggambarkannya sebagai jenis pendidikan satu lawan satu dengan tiap-tiap individu didampingi oleh mentor yang mumpuni. Itu terjadi pada Iskandar Agung yang sejak kanak-kanak mendapatkan Aristoteles sebagai mentor pribadinya.
Berapa biaya yang harus dikeluarkan di masa lalu untuk mendapatkan guru privat dengan kualifikasi Aristoteles? Hanya anak raja yang bisa mendapatkannya.
Dengan ChatGPT, yang memiliki gudang informasi raksasa, anda bisa mendapatkan guru privat untuk meningkatkan pengetahuan di bidang apa saja yang pernah dipelajari orang. Ia bisa menjelaskan gravitasi kepada anak umur delapan tahun dalam cara yang lebih baik dan lebih terang dibandingkan kebanyakan guru di sekolah-sekolah mereka. Ia bisa menjelaskan teori evolusi, teori relativitas, metodologi sejarah, ilmu bumi, ilmu alam, ilmu sosial, dan sebagainya kepada anak umur 12 dalam cara yang lebih baik dan lebih mudah dipahami ketimbang kebanyakan guru yang kita punya.
AI bisa merancang program pembelajaran bahasa asing, misalnya, sesuai dengan level anda dan sesuai dengan tujuan anda. Ia bisa membantu merancang cara belajar matematika dan sekaligus menjadi mentor untuk tujuan yang anda inginkan. Ia juga bisa menjadi konsultan keuangan, konsultan psikologi, konsultan bisnis, konsultan hukum, dan sebagainya.
Anda juga bisa memintanya berperan sebagai Sokrates untuk menguber pemahaman anda tentang suatu topik dengan pertanyaan-pertanyaan. Sal Khan melibatkan ChatGPT di Khan Academy untuk menjalankan fungsi seperti itu. Ia menamainya Khanmigo, plesetan dari kata Spanyol conmigo: “Mari bersama saya.”
AI memungkinkan masing-masing dari kita punya mentor pribadi, sebagaimana Iskandar Agung memiliki Aristoteles.
Maka, yang seharusnya dilakukan oleh pihak sekolah adalah mengubah metode pembelajarannya. Dengan AI sebagai alat bantu, guru bisa menjadi guru yang jauh lebih baik, dengan cara meninggalkan pendekatan tradisional yang selama ini dijalankan di kelas.
Metode Pembelajaran
Tentang perubahan metode pembelajaran, Sal Khan menyampaikan beberapa hal yang bisa dilakukan oleh guru dengan mendayagunakan AI, di antaranya:
AI dapat membantu guru membuat materi pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan dan gaya belajar masing-masing siswa, sehingga setiap siswa bisa mendapatkan pengalaman belajar yang optimal. AI dapat mengidentifikasi di area mana siswa masih mengalami kesulitan.
Guru juga dapat menggunakan AI untuk mengembangkan program pembelajaran berdasarkan kemampuan, kemajuan, dan tingkat kesulitan siswa secara real-time.
Yang juga tidak kalah penting, AI mempermudah guru untuk merancang proyek-proyek pembelajaran yang lebih menarik dan relevan dengan kehidupan nyata. Ini bisa meningkatkan minat, keterlibatan, dan motivasi siswa dalam belajar. Tentu ada banyak lagi yang bisa dilakukan oleh guru.
Dengan demikian, karena AI bisa menjadi penjelas yang lebih baik ketimbang rata-rata guru untuk berbagai matapelajaran, akan lebih baik jika guru mengubah peran tradisionalnya ke peran baru sebagai fasilitator dan mentor pengembangan kemampuan kritis dan kreatif bagi siswa. Biarlah AI mengambil alih peran untuk menjelaskan konsep-konsep akademis, guru bisa membantu siswa mengembangkan strategi belajar yang lebih baik dan memberikan bimbingan personal berdasarkan kebutuhan individu.
Ia bisa membantu siswa dalam urusan pengembangan karakter, etika, kolaborasi, keterampilan komunikasi, dan hal-hal penting lainnya dalam kehidupan sehari-hari. Apa yang sebelumnya diberikan sebagai PR kepada para siswa, sekarang dibalik saja agar itu dikerjakan di kelas, sekaligus untuk memeriksa pemahaman siswa terhadap hasil pembelajaran mereka. Dengan cara lama, saya yakin kebanyakan siswa akan meminta bantuan AI untuk mengerjakan PR mereka.
Dengan perubahan peran ini, guru justru akan menjadi figur yang lebih penting dalam kehidupan siswa, dalam membantu masing-masing dari mereka tumbuh dan berkembang secara optimum sebagai individu. Dalam menjalankan peran ini, AI akan sangat memudahkan guru dalam menangani aspek-aspek yang lebih teknis dan administratif.
Penulis, pelajar kelas 12 SMAK. ST IGNATIUS LOYOLA Labuan Bajo.


Tinggalkan Balasan