Labuan Bajo – Camat Komodo, Marianto Martinus Irwandi menyebut kehadiran lapak-lapak pedagang di Pantai Pede Desa Gorontalo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) ilegal dan liar. Ia menduga Kehadiran puluhan lapak itu dibacking oknum tertentu dan bekerjasama dengan pemerintah desa setempat.
“Saya pernah telusuri ada oknum-oknum tertentu yang bekerjasama dengan desa,” jelas Irwandi, Sabtu (5/4/2025).
Irwandi menegaskan pihaknya telah perintahkan Kasie Pemerintah Kecamatan Komodo untuk koordinasi dengan propinsi, namun keterbatasan dana membuat koordinasi tidak optimal.
Pemerintah daerah menurut Irwandi berharap kawasan pantai Pede tertata dengan baik, pantai bersih dan jadi kawasan wisata pantai yang ramah, namun pihaknya tidak memiliki otoritas penuh untuk menatanya.
Irwandi juga pernah tegur PLN yang telah masukan aliran listrik ke lapak-lapak di Pantai Pede. Menurut dia PLN ikut mendukung keberadaan lapak liar di kawasan itu.
“Saya marah PLN sambungkan aliran listrik kesini (lapak pedagang), itukan liar dan ilegal,” tegas Irwandi.
“Saya minta peran serta rekan-rekan media untuk terus menyoroti kehadiran lapak-lapak liar di Pantai Pede. Harus ditertibkan, itu bakal menjadi sumber masalah dikemudian hari,” tambah Irwandi.
Pembagunan lapak tanpa ijin diakui oleh pedagang. Siti misalnya mengaku membangun lapak tanpa ijin kesiapapun. Siti bahkan menyebut siapa saja boleh bangun lapak jualn di kawasan aset pemerintah provinsi itu.
“Kalau mau bangun lapak, bangun saja, pilih lokasi sendiri, tidak perlu ijin ke siapa-siapa, masih bebas. Asal jangan bangun di lokasi yang sudah ada orangnya,” jelas Siti.
Dibawah lapaknya, Siti menjual berbagai jenis dagangan seperti aneka rasa kopi, kelapa muda, bakso dan aneka makan dan minuman lainnya.
Siti juga mengatakan lapaknya buka hingga tengah malam bahkan kadang hingga pagi, tergantung situasi pengunjung. “Sejak disediakan listrik oleh PLN, aktivitas disini bisa sampi pagi, ada warga yang nongkrong dan minum-minum,” jelas Siti.
Ketika ditanya keterlibatan oknum dan desa, Siti mendadak bungkam. Ia terus perhatikan orang sekitar. “Om tolong jangan tanya-tanya itu, saya disini hanya usaha cari uang, saya tidak enak ada yang dengar,” kata Siti.
Sementara Kepala Desa Gorontalo, Vinsensius Obin belum memberikan klarifikasi dugaan keterlibatannya terkait maraknya lapak liar dan ilegal di Pantai Pede. Pesan permintaan klasifikasi yang dikirimkan medi ini melalui pesan WhatsApp belum di respon. ***
Editor: Chellz


Tinggalkan Balasan