
Nagekeo, Nusa Tenggara Timur — Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kota Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, menyebabkan sejumlah gedung perkantoran terendam banjir akibat luapan saluran pembuangan.
Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi pada Senin sore memicu banjir di beberapa titik. Wilayah terparah berada di sekitar kantor bupati dan Civic Center yang merupakan pusat pemerintahan Kabupaten Nagekeo.
Sejumlah kantor dinas, seperti Dinas Pendidikan, Inspektorat, dan Dinas Sosial, terendam air dengan ketinggian mencapai sekitar 70 sentimeter. Kondisi ini memaksa para pegawai menyelamatkan dokumen penting serta peralatan kantor dari genangan air.
Selain itu, debit air di Sungai Aesesa dan bendungan setempat juga meningkat hingga meluap. Banjir dilaporkan berlangsung sekitar dua jam sebelum akhirnya surut.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagekeo masih melakukan pendataan terhadap kerusakan yang ditimbulkan. Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa.
Kepala BPBD Nagekeo, Remigus Jago, menyebutkan banjir terjadi akibat luapan air yang tidak tertampung, salah satunya karena masih minimnya pembangunan Parit Jebakan Air (PJA) akibat keterbatasan anggaran.
Menurutnya, PJA merupakan salah satu solusi efektif dan murah untuk mengurangi risiko banjir. Sistem ini berupa lubang atau kolam resapan berukuran sekitar 5 meter kubik, dengan pola penempatan zig-zag agar aliran air permukaan dapat tertahan dan meresap ke dalam tanah.
Remigus menjelaskan, penerapan PJA di wilayah hulu seperti di Danga Au sebanyak 800 titik sejak Desember 2025 terbukti mampu mengurangi banjir secara signifikan.
Selain mengendalikan aliran air permukaan, PJA juga berfungsi meningkatkan cadangan air tanah, menjaga kelembaban tanah, serta mencegah degradasi lahan.
BPBD Nagekeo berharap pembangunan PJA dapat diperluas, khususnya di wilayah perbukitan, sebagai langkah mitigasi banjir jangka panjang.


Tinggalkan Balasan