SUSANA DUKA menyelimuti Kampung Nunang, Kecamatan Sano Nggoang, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) Kamis siang, 19 Februari 2026. Di rumah sederhana tempat keluarga berkumpul, pelayat datang silih berganti. Di antara mereka hadir Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi.
Bupati yang akrab disapa Edi Endi itu tiba bersama Staf Ahli Bupati Agustinus Gias dan Camat Sano Nggoang Alfonsius Arfon. Kehadiran rombongan pemerintah daerah disambut keluarga almarhumah Ibu Anastasia Anum dalam suasana hening.
Di ruang duka, Bupati menyerahkan Wae Lu’u, simbol adat yang lazim diberikan sebagai tanda empati dan penguatan bagi keluarga yang ditinggalkan. Prosesi berlangsung singkat. Tidak ada seremoni panjang. Hanya sapaan, doa, dan ungkapan dukacita.
Musibah kebakaran yang merenggut nyawa almarhumah diduga bersumber dari tungku api yang belum dipadamkan. Peristiwa itu terjadi di kediamannya dan menjadi perhatian warga sekitar. Aparat pemerintah daerah turun untuk memastikan kondisi keluarga serta langkah penanganan lanjutan.
“Pemerintah tidak akan tinggal diam. Kami hadir untuk memastikan bahwa keluarga tidak berjalan sendirian melewati masa sulit ini,” ujar Edistasius Endi di sela kunjungan.
Selain dukungan moral, pemerintah daerah menyatakan komitmen untuk membantu meringankan beban keluarga pascakejadian. Bentuk bantuan lanjutan akan dikoordinasikan melalui perangkat kecamatan dan desa setempat.
Sebelumnya, aparat kecamatan dan pemerintah desa telah lebih dulu mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pendataan awal serta memastikan kebutuhan mendesak keluarga terpenuhi. Warga sekitar juga bergotong royong membantu proses evakuasi dan penanganan pascakebakaran.
Kunjungan tersebut berlangsung sekitar satu jam. Setelah berbincang dengan keluarga dan tokoh masyarakat, rombongan meninggalkan rumah duka.
Di Kampung Nunang, duka masih terasa. Namun di tengah kehilangan, kehadiran pemerintah daerah menjadi bagian dari respons atas peristiwa yang mengguncang warga setempat.*


Tinggalkan Balasan