LABUAN BAJO — Kepemimpinan Forum Komunikasi Alumni Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (Forkoma PMKRI) Manggarai Barat resmi mengalami pergantian. Ketua sebelumnya, Jimi Jehadun, memilih mundur dari jabatannya dan meminta untuk digantikan demi memberikan ruang baru bagi dinamika organisasi.

Menindaklanjuti hal tersebut, puluhan anggota Forkoma PMKRI Manggarai Barat secara aklamasi menyepakati Marten Mitar sebagai ketua yang baru.

Keputusan ini diambil dalam semangat kebersamaan dan upaya memperkuat kembali peran alumni PMKRI di daerah tersebut, khususnya dalam menjawab berbagai tantangan sosial, politik, dan ekologi.

Selama masa kepemimpinannya, Jimi Jehadun dinilai telah memberikan kontribusi signifikan. Ia tercatat berperan dalam mendukung pendirian PMKRI Cabang Labuan Bajo Santo Fransiskus, serta aktif merangkul alumni dari berbagai latar belakang profesi untuk tetap terlibat dalam gerakan organisasi.

Jimi menyampaikan bahwa keputusannya untuk mundur merupakan langkah strategis guna menghadirkan warna baru dalam membangun suasana fraternitas dan mempererat keakraban antar alumni PMKRI di Manggarai Barat.

Dukungan terhadap kepemimpinan baru datang dari berbagai pihak. Alumni PMKRI Cabang Kupang, Sirildus Ladur, berharap Marten Mitar mampu mengembalikan kejayaan Forkoma di Manggarai Barat serta memperkuat eksistensi organisasi di tengah masyarakat.

Hal senada disampaikan alumni PMKRI Cabang Madiun, Tobias Napang. Ia menilai Marten Mitar memiliki kapasitas untuk menjembatani generasi muda dan senior dalam tubuh organisasi, terutama dalam menyongsong agenda besar PMKRI seperti Kongres dan Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) yang dijadwalkan berlangsung pada Juni mendatang di Ruteng, Manggarai.

Sementara itu, Hendra Jelahu, alumni PMKRI Kupang yang juga bagian dari Forkoma, menegaskan pentingnya peran alumni dalam merespons isu-isu publik.

Menurutnya, alumni PMKRI tidak boleh menjadi kelompok yang pasif terhadap dinamika sosial. Sebaliknya, mereka harus tampil sebagai corong gagasan dalam mendorong perubahan sosial, politik, dan ekologi.

“Alumni PMKRI bukan orang yang pensiun dari isu-isu kemasyarakatan, tetapi harus menjadi penggerak ide dan perubahan,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa periode 2026 hingga 2029 merupakan momentum strategis untuk membangun gerakan sosial-politik yang lebih kuat dan berdampak di Manggarai Barat.

Dengan kepemimpinan baru di bawah Marten Mitar, Forkoma PMKRI Manggarai Barat diharapkan mampu memperkuat solidaritas alumni sekaligus meningkatkan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

 

Editor : Chellz