LABUAN BAJO – Peristiwa kebakaran rumah warga terjadi di Desa Wae Sano, Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada pagi hari sekitar pukul 10.00 WITA. Insiden tersebut mengakibatkan seorang warga lanjut usia mengalami luka bakar dan harus mendapatkan perawatan intensif.

Kebakaran terjadi di wilayah Mberai, sebuah pemukiman perkebunan kemiri yang berjarak sekitar 8 kilometer dari Kampung Nunang.

Camat Sano Nggoang, Alfons Arfon, menjelaskan bahwa kebakaran diduga kuat dipicu oleh api tungku dapur yang lupa dipadamkan.

“Penyebab kejadian berasal dari api tungku dapur yang lupa dipadamkan. Saat kejadian korban sedang istirahat atau tidur di dalam rumah,” jelas Alfons Arfon.

Korban diketahui bernama Anastasia Amun (70), seorang janda yang beralamat di Nunang RT 001 RW 001, Desa Wae Sano. Saat peristiwa terjadi, korban berada seorang diri di dalam rumah.

Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut segera memberikan pertolongan dan mengevakuasi korban dari lokasi kebun menuju Kampung Nunang. Selanjutnya, korban dilarikan ke Puskesmas Werang menggunakan mobil angkutan umum untuk mendapatkan penanganan medis awal.

Setelah menjalani perawatan di Puskesmas Werang, korban direncanakan dirujuk ke RSUD Komodo guna mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Camat Alfons Arfon menambahkan bahwa kartu BPJS milik korban ikut terbakar dalam peristiwa tersebut. Namun, pihak Kecamatan Sano Nggoang mengambil langkah cepat dengan menjamin biaya perawatan korban di RSUD Komodo.

“Karena BPJS yang bersangkutan ikut terbakar, maka pihak Kecamatan menjadi jaminan dalam perawatan di RSUD Komodo. Saat ini korban dalam perjalanan menuju RSUD Komodo,” tambahnya.

Selain menyebabkan korban mengalami luka bakar, kebakaran tersebut juga menghanguskan uang tunai sebesar Rp20.000.000, sebanyak 17 karung kemiri, serta bangunan rumah dan peralatan rumah tangga yang ditaksir senilai Rp18.000.000.

Total kerugian akibat peristiwa ini diperkirakan mencapai kurang lebih Rp50.000.000.

Pemerintah kecamatan bersama warga setempat saat ini turut memberikan pendampingan kepada korban. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu memastikan api tungku atau sumber api lainnya benar-benar padam sebelum meninggalkan rumah atau beristirahat guna mencegah musibah serupa.

 

Editor : Chellz